Gresik Special Economic Zone Jadi Pendorong Industri Manufaktur dan Ekonomi Jatim
Selasa, 16 April 2024 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
Adi menambahkan, secara keseluruhan 99% pekerja di smelter tersebut dari Indonesia, dimana 60% di antaranya merupakan pekerja dari wilayah Jatim. Sehingga nantinya multiplier effect tersebut tak hanya terkait perusahaan tersebut, tapi berdampak ke sektor lain. Seperti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), usaha rumahan, logistik, transportasi, hingga properti.
Senior Marketing Manager JIIPE SEZ, Donny Muchelly menambahkan, “JIIPE SEZ merupakan mega proyek dengan luas 3.000 hektare. 400 hektare untuk Pelabuhan, 1.800 hektare untuk Kawasan Industri dan 800 hektare untuk hunian dan area komersial yaitu AKR Land - Grand Estate Marina (GEM) City,” papar Donny.
Seperti program pemerintah mengenai hilirisasi industry, lanjut Donny, saat ini yang sudah bisa kita lihat adalah kehadiaran smelter Freeport yang membawa efek bergabungnya perusahaan-perusahaan internasional lainnya seperti PT Hailiang Nova Material Indonesia, PT Xinyi Glass Indonesia dan perusahaan-perusahaan besar lainnya, hal ini akan memberikan multiplier effect ke pertumbuhan ekonomi Jatim.
Smelter Freeport di KEK Gresik JIIPE menjadi salah satu peluangnya. Industri pemurnian ini dijadwalkan bisa mulai beroperasi pada Mei tahun ini. Pembangunan smelter yang menghabiskan investasi sebesar Rp 465 triliun ini memiliki kapasitas produksi sebesar 1,7 juta ton anoda atau katoda tembaga per tahun.
"Sehingga bisa memproduksi tembaga sekitar 3 juta ton per tahun, Jika nasional menargetkan pertumbuhan industri manufaktur mencapai 30 persen di tahun 2045, maka pertumbuhan industri manufaktur Jatim tahun lalu sudah mencapai lebih dari 30 persen. Dan sektor ini berkontribusi besar terhadap PDRB Jatim, mencapai 30 persen lebih juga. Apalagi industri ini termasuk industri yang menjadi fokus utama Pemprov Jatim," imbuhnya.
Senior Marketing Manager JIIPE SEZ, Donny Muchelly menambahkan, “JIIPE SEZ merupakan mega proyek dengan luas 3.000 hektare. 400 hektare untuk Pelabuhan, 1.800 hektare untuk Kawasan Industri dan 800 hektare untuk hunian dan area komersial yaitu AKR Land - Grand Estate Marina (GEM) City,” papar Donny.
Seperti program pemerintah mengenai hilirisasi industry, lanjut Donny, saat ini yang sudah bisa kita lihat adalah kehadiaran smelter Freeport yang membawa efek bergabungnya perusahaan-perusahaan internasional lainnya seperti PT Hailiang Nova Material Indonesia, PT Xinyi Glass Indonesia dan perusahaan-perusahaan besar lainnya, hal ini akan memberikan multiplier effect ke pertumbuhan ekonomi Jatim.
Smelter Freeport di KEK Gresik JIIPE menjadi salah satu peluangnya. Industri pemurnian ini dijadwalkan bisa mulai beroperasi pada Mei tahun ini. Pembangunan smelter yang menghabiskan investasi sebesar Rp 465 triliun ini memiliki kapasitas produksi sebesar 1,7 juta ton anoda atau katoda tembaga per tahun.
"Sehingga bisa memproduksi tembaga sekitar 3 juta ton per tahun, Jika nasional menargetkan pertumbuhan industri manufaktur mencapai 30 persen di tahun 2045, maka pertumbuhan industri manufaktur Jatim tahun lalu sudah mencapai lebih dari 30 persen. Dan sektor ini berkontribusi besar terhadap PDRB Jatim, mencapai 30 persen lebih juga. Apalagi industri ini termasuk industri yang menjadi fokus utama Pemprov Jatim," imbuhnya.
(akr)
Lihat Juga :