alexametrics

Pertumbuhan Sektor Jasa ke Level Terendah 2016, Ekonomi Inggris Rentan

loading...
Pertumbuhan Sektor Jasa ke Level Terendah 2016, Ekonomi Inggris Rentan
Pertumbuhan sektor jasa Inggris capai level terendah sejak Juli 2016, untuk memicu kekhawatiran stagnasi ekonomi Negeri Ratu Elizabeth. Foto/Ilustrasi
A+ A-
LONDON - Pertumbuhan sektor jasa Inggris capai level terendah sejak Juli 2016, untuk memicu kekhawatiran stagnasi ekonomi Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris-. Tercatat The Purchasing Managers' Index (PMI) merosot ke 50,4 pada bulan November, atau turun dari 52,2 pada bulan Oktober.

Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi. "Hasil survei menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi terhenti," kata Kepala Ekonom Bisnis IHS Markit Chris Williamson seperti dilansir BBC.

Sementara itu sektor jasa menyumbang sekitar 80% ke ekonomi Inggris. Terakhir kali indeks berada di posisi terendah, sesaat setelah referendum Inggris yang memutuskan unutk meninggalkan keanggotaan dari Uni Eropa (UE) alias Brexit.

Awal pekan ini, survei serupa tentang industri manufaktur dan konstruksi memperlihatkan sedikit perbaikan. PMI Manufaktur menunjukkan ada di level 53,1 pada bulan lalu atau lebih tinggi dari 51,1 pada bulan Oktober. Sementara indeks konstruksi naik menjadi 53,4 dari 53,2 pada bulan Oktober.

Sektor jasa diterangkan tidak hanya membentuk bagian terbesar dari ekonomi, tetapi biasanya menjadi kekuatan pendorongnya. Sekarang mesin ekonomi Inggris terpantau hampir macet untuk mendekati level terendah Juli 2016 saat perusahaan sedang bergulat dengan hasil negosiasi Brexit.

Dalam survei tersebut menyiratkan aktivitas di sektor jasa tumbuh pada tingkat yang paling lambat selama enam tahun. Faktanya, laporan tersebut mengklaim bahwa jika perusahaan tidak memiliki pekerjaan yang harus ditangani, aktivitas akan mengalami kontraksi.

Ketidakpastian yang berkepanjangan atas aturan perdagangan pasca Brexit menjadi bagian dari alasan di balik mandeknya pertumbuhan, ditambah demikian juga dengan permintaan global yang lebih lemah.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak