Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor

Senin, 17 Agustus 2020 - 21:21 WIB
loading...
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Ekonom Indef Didik J Rachbini menilai kebijakan pemulihan ekonomi pemerintah saat ini ibarat mengisi ember bocor. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Didik J Rachbini menilai pemerintah belum bisa mencari sumber masalah pokok dari krisis ekonomi yang terjadi. Hal itu menurutnya disebabkan pemerintah mengabaikan kebijakan kendali pandemi Covid-19 .

Didik mengatakan, pemerintah terlalu optimis mengenai pandemi Covid-19 ini. Pemerintah, menurut dia, terlalu yakin bahwa pandemi ini akan beres dengan sendirinya. Karena itu, kebijakan pemerintah lebih memilih untuk mendorong ekonomi dengan kucuran dana yang jauh melebihi anggaran bagi kesehatan.

(Baca Juga: Waduh, Sri Mulyani Akui Bakal Berat Pulihkan Ekonomi)

"Strategi kebijakan ini seperti mengisi ember bocor, karena masalah dasar kebocorannya tidak diatasi dengan baik," kata Didik saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (17/8/2020).

Dia melanjutkan, pilihan kebijakan ini terjadi karena pengaruh bisikan yang tidak bertanggung jawab dengan mengabaikan pilihan kebijakan yang rasional. "Sejak awal pemerintah pusat menyerahkan kebijakan dan imnplementasi pengendalian Covid-19, PSBB atau pelonggaran PSBB kepada pemerintah daerah," katanya.

Dia menambahkan, dengan kasus harian yang parah saat ini, pemerintah tetap merasa yakin bisa menyelesaikannya, tanpa perasaan bersalah, dan kepercayaan diri yang menurutnya naif. "Kebijakan tidak berubah, tetap seperti biasanya sehingga tidak ada tanda-tanda kasus harian Covid-19 akan menurun," ujarnya.

(Baca Juga: Menterinya Pak Jokowi Ini Pede Lho! Katanya, Ekonomi RI Bisa Tumbuh Positif)

Dengan kegagalan yang kasat mata dalam kebijakan mengatasi pandemi ini, tegas Didik, pemerintah selayaknya meminta maaf kepada rakyat Indonesia.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Rekomendasi
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Belgia vs Mesir Imbang...
Belgia vs Mesir Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026, Mo Salah Moncer
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved