Syarat Lowongan Kerja KAI Diprotes Netizen, Manajemen Beri Penjelasan

Jum'at, 19 April 2024 - 16:43 WIB
loading...
Syarat Lowongan Kerja...
PT KAI buka suara ihwal warganet alias netizen yang memprotes syarat lowongan kerja untuk posisi Management Trainee yang dibuka KAI sejak Rabu, kemarin (17/4/2024). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI buka suara ihwal warganet alias netizen yang memprotes syarat lowongan kerja untuk posisi Management Trainee yang dibuka KAI sejak Rabu kemarin (17/4/2024). Netizen mengeluh, lantaran syarat dinilai berstandar tinggi, seperti tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita.

Baca Juga: 10 Rute Favorit KA Jarak Jauh Mudik Lebaran 2024, Total 3,6 Juta Tiket Ludes Terjual

Lalu, nilai IPK minimal 3,5 dan kemampuan bahasa Inggris yang ditunjukkan dengan sertifikasi TOEFL dan TOEIC dengan skor minimal 500. Protes warganet terhadap lowongan kerja KAI ini ramai di media sosial X.

Merespon hal tersebut, Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus mengatakan, untuk persyaratan tinggi badan, pihaknya mengikuti batas tinggi badan sertifikasi Ditjenka Kemenhub untuk masinis. Artinya, dipersiapkan jika ada kebutuhan rotasi formasi pekerjaan dari pekerja lain menjadi pekerja kru KA. Agar kesinambungan perusahaan tetap berlangsung.

“Untuk berat badan, kami mengikuti aturan WHO untuk BMI (body mass index) ideal yang sehat dan minim risiko penyakit diabetes melitus atau jantung karena obesitas atau overweight,” ujar Joni saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/4/2024).

Baca Juga: Ini Jurusan dan Formasi yang Dibuka di Lowongan PT KAI 2024 untuk Lulusan S1

Kemudian, persyaratan kemampuan berbahasa Inggris, perusahaan menginginkan agar para pegawai memiliki kapabilitas sebagai calon pemimpin KAI di masa depan dengan wawasan global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
1,3 Juta Tiket Kereta...
1,3 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual saat Libur Panjang hingga 1 Juni 2026
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Penjualan Tiket Kereta...
Penjualan Tiket Kereta di Long Weekend Capai 685.933, Ini 10 Stasiun dengan Keberangkatan Tertinggi
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Dirut KAI Bagikan Strategi...
Dirut KAI Bagikan Strategi Kepemimpinan Transformatif di Leadership Forum BSI
Antusiasme Tinggi Warnai...
Antusiasme Tinggi Warnai Podomoro Talent Expo 2026
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved