alexametrics

Pasokan BBM Ditambah 8% Hadapi Natal dan Tahun Baru

loading...
Pasokan BBM Ditambah 8% Hadapi Natal dan Tahun Baru
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) mencapai 8% untuk persiapan Natal dan Tahun Baru. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk persiapan Natal dan Tahun Baru. Menteri ESDM Ignasius Jonan memastikan, pemerintah akan menambah pasokan BBM mencapai 8% agar masyakarat dapat berlibur dengan nyaman.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penambahan volume BBM tersebut akan difokuskan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada jalur yang biasa dilalui masyarakat untuk berlibur. Ditambah pintu masuk dan keluar jalan tol serta daerah tujuan wisata.

"Mungkin kalau selama periode Natal dan Tahun Baru, berdasarkan tahun lalu naiknya 7 sampai 8% sehingga pasokan akan ditambah. Wilayah yang volumenya naik biasanya fokusnya pintu masuk dan keluar jalan tol. Sekarang tol Trans Jawa sudah selesai, volume BBM di pintu masuk dan keluarnya ditambah, kami yakin selama Natal dan Tahun Baru banyak orang bepergian melalui jalan Tol Trans Jawa," ujar Jonan lewat keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (13/12/2018).



Sambung dia, menerangkan pihaknya juga akan menambah pasokan BBM yang menjadi pusat pariwisata. Pasalnya beberapa daerah diprediksi bakal dikunjungi atau dipadati wisatawan. “Misalnya provinsi Yogyakarta atau Bali, pasti kunjungannya akan banyak. Untuk lokasi wisata yang baru, Labuan Bajo misalnya, mungkin yang harus ditingkatkan pasok avtur, karena frekuensi penerbangannya akan bertambah. Jadi biasanya tempat wisata dan jalur tol," pungkas Jonan.

Selain itu, MenterI Jonan melakukan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Merapi di Kaliurang, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan sektor ESDM jelang Natal dan Tahun Baru.

"Ini sebentar lagi dimulai kegiatan pemantauan natal dan tahun baru. Kami mendahului dari Pusat Vulkanologi untuk antisipasi apakah ada yang perlu dipersiapkan, apakah aktivitas vulkanis Gunung Merapi ini meningkat atau tidak,” jelasnya.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak