Defisit APBN Bakal Melebar Imbas Perang Iran vs Israel, Ekonom Sentil Makan Siang Gratis

Sabtu, 20 April 2024 - 19:30 WIB
loading...
Defisit APBN Bakal Melebar...
Peneliti INDEF menilai perang Iran dan Israel akan berpengaruh ke ekonomi Indonesia. Adanya kenaikan harga minyak ini diprediksi akan ada defisit fiskal 2-3%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai perang Iran dan Israel akan berpengaruh ke ekonomi Indonesia. Hal ini karena Indonesia ini merupakan salah satu negara importir minyak.

Baca Juga: Perang Iran-Israel Pecah, Ekonom: Lupakan Target Ekonomi Tinggi dan Angan-angan Kampanye

Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti mengatakan, dengan kenaikan harga minyak ini tinggi, maka yang terjadi adalah pembengkakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau asumsi makro dari indikator makro ekonomi.

"Harga minyak pasti akan berdampak pada pembengkakan biaya-biaya atau anggaran yang ada di APBN. Sehingga karena adanya kenaikan harga minyak ini diprediksi akan ada defisit fiskal 2-3% ," kata Esther dalam Diskusi Publik Ekonom Perempuan INDEF secara daring, Sabtu (20/4/2024).

Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Mulai Bergulir Tahun 2025, APBN Defisit 2,4-2,8%

Esther menambahkan, dengan adanya defisit fiskal, jika pemerintah tidak bisa memanage anggaran yang ada di APBN, kemungkinan fiskal space kita lebih kecil lagi.

"Sehingga yang harus dilakukan pemerintah adalah yang pertama melihat lagi anggaran belanja yang lebih efektif diarahkan ke belanja produktif yang tidak hanya konsumtif, seperti makan siang gratis saya rasa itu belanja konsumtif ya," jelas Esther.

Tetapi, lanjut Esther, lebih baik anggaran diarahkan ke belanja yang produktif yang bisa mengenerate income atau produktivitas dari sektor bisnis dan berdampak jangka panjang.

"Maka dari itu kalau belanja pemerintah itu lebih diarahkan ke belanja produktif, saya rasa akan membuat ekonomi kita lebih sustain atau terpantau jangka panjang," kata dia.

Dampak lain adalah seperti kita tahu konflik global ini pasti berdampak ke Indonesia, caranya bagaimana agar kita tidak berdampak? Esther mengibaratkan seperti orang yang sakit, meskipun disebelah kita sakit, tapi stamina badan kita sehat, maka ada yang sebelah sakit, itu tidak akan tertular.

"Sehingga yang harus dilakukan oleh Indonesia dalam memperkuat fundamental ekonomi dengan meningkatkan ekspor atau devisa negara yang lebih banyak dari sektor-sektor seperti pariwisata, kemudian dari sisi barang komoditas non migas," ungkap Esther.

Menurut dia, pemerintah juga harus mengurangi ketergantungan dari pihak luar, jika kita semakin tergantung maka akan ada syok sedikit dari global, syok dari luar itu kita akan lebih rentan.

"Tetapi kalau kita ketergantungannya lebih kecil, maka saya rasa apapun yang terjadi di luar tidak akan terdampak pada perekonomian dalam negeri atau kita bisa meminimalkan dampak yang terjadi di global," pungkas Esther.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Rekomendasi
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved