Soal Lemasnya Nilai Tukar Rupiah, Ini Pandangan Bos BCA
Senin, 22 April 2024 - 18:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mengapa Israel Mengincar Kota Isfahan Iran untuk Dihancurkan?
Selain itu, lanjut dia, ada juga dampak dari investor luar negeri yang menarik dolarnya keluar beberapa waktu lalu. Selanjutnya, di kuartal pertama ini menurut dia banyak perusahaan-perusahaan yang membagikan dividen, yang sebagian kemudian mengalir keluar mengingat investornya adalah perusahaan-perusahaan asing.
"Jadi ada masalah supply and demand," tegasnya. Karena itu, Jahja pun setuju jika Bank Indonesii (BI) tidak jor-joran melakukan intervensi. Sebab, dia mengibaratkan hal itu seperti membuang garam ke laut.
"Setelah demand-nya menurun, mungkin Bank Indonesia bisa menstabilisasi kembali dolar. Apakah nanti akan di bawah Rp16.000 atau tidak itu tergantung situasi dan kondisi," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, ada juga dampak dari investor luar negeri yang menarik dolarnya keluar beberapa waktu lalu. Selanjutnya, di kuartal pertama ini menurut dia banyak perusahaan-perusahaan yang membagikan dividen, yang sebagian kemudian mengalir keluar mengingat investornya adalah perusahaan-perusahaan asing.
"Jadi ada masalah supply and demand," tegasnya. Karena itu, Jahja pun setuju jika Bank Indonesii (BI) tidak jor-joran melakukan intervensi. Sebab, dia mengibaratkan hal itu seperti membuang garam ke laut.
"Setelah demand-nya menurun, mungkin Bank Indonesia bisa menstabilisasi kembali dolar. Apakah nanti akan di bawah Rp16.000 atau tidak itu tergantung situasi dan kondisi," kata dia.
(fjo)
Lihat Juga :