alexametrics

Industri Game Lokal Semakin Tumbuh dengan Sinergi Lintas Platform

loading...
Industri Game Lokal Semakin Tumbuh dengan Sinergi Lintas Platform
Game DreadOut diangkat ke layar lebar. Foto/SINDOnews/Hafid Fuad
A+ A-
JAKARTA - Industri game di Indonesia akan semakin tumbuh dengan adaptasi lintas platform seperti film. Hal ini yang dilakukan oleh game DreadOut yang diangkat ke layar lebar. Film DreadOut yang diadaptasi dari game horor lokal tersebut optimistis menargetkan meraih 1,5 juta penonton. Sementara total biaya yang dikeluarkan untuk film layar lebar ini sekitar Rp14 miliar.

CEO PT Lyto Datarindo Fortuna (Lyto), Andi Suryanto, mengatakan pihaknya sebagai salah satu distributor game terbesar di Indonesia, mendukung film DreadOut The Movie. Perusahaan yang awalnya hanya bergerak di industri games ini mendukung sebagai salah satu investor di film tersebut.

"Investasi di industri kreatif itu tinggi return dan tinggi risiko. Investasi di film ternyata lebih kecil resikonya dibandingkan game. Karena itu, kami berani investasi di film ini. Persaingan menjadi investor di sini juga sulit karena ada banyak peminatnya bahkan dari global," ujar Andi di Jakarta, Rabu (2/1/2019).



Dia juga mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung suksesnya pembuatan film DreadOut. Apresiasi ini juga harus diberikan masyarakat luas dengan menonton film besutan Kimo Stamboel ini. "Masyarakat harus juga mengapresiasi film DreadOut ini karena ini merupakan karya anak Bangsa dari filmnya hingga game nya sendiri," ungkapnya.

Dia mengajak para gamers Indonesia untuk mendukung dan mengapresiasi film DreadOut dengan membeli tiket nonton film DreadOut the Movie di goc.id." Penonton juga bisa mendapatkan special item dalam game yang dipublish oleh Lyto setiap pembelian tiket nonton Film DreadOut," katanya.

Sementara, game creator dan CEO Digital Happiness, Rahmat Imron, juga mengungkapkan rasa antusiasnya karena DreadOut akhirnya dapat menjadi game pertama yang diadaptasi menjadi film. Dirinya sangat antusias, akhirnya setelah menunggu sekian lama, game DreadOut diangkat ke layar lebar. Dia percayakan game ini untuk digarap menjadi film layar lebar kepada Goodhouse.id sebagai rumah produksinya.

"Sekaligus kami juga sangat berterima kasih kepada tim Lyto yang telah mendukung produksi film ini. Terlebih Kimo Stamboel terlibat dalam film ini yang merangkap menjadi produser sekaligus sutradara. Saya adalah penggemar film Kimo, sehingga secara optimis film DreadOut akan sukses." ucap Rahmat dalam kesempatan sama.

Produser Dreadout Wida Handoyo mengutarakan bahwa pendanaan film ini melibatkan empat investor, salah satunya perusahaan distributor gim PT Lyto Datarindo Fortuna. Total biaya pengerjaan tayangan layar lebar ini disebut bisa mencapai Rp14 miliar karena kurs USD yang berubah-ubah.

"Kami cari mitra investor yang cocok dengan visi misi kami. Lyto menjembatani penggemar film dan komunitas pemain game. CJ Entertainment dan Skymedia terlibat juga. Semoga promosi kami cukup untuk sosialisasi film ini," kata Wida.

Sementara itu Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan infrastruktur internet telah meningkatkan permintaan game dan film. Faktor lainnya adalah kebutuhan konten dari berbagai platform media. Namun dia juga mengingatkan aset pelaku ekonomi kreatif saat ini adalah kekayaan intelektual (intellectual property/IP) yang merupakan konten.

Namun pelaku ekraf juga harus melakukan manajemen IP atau jangan hanya sekedar mendaftarkan saja lalu tidak dikembangkan. "Kalau dikembangkan dengan lintas IP seperti game ke film atau sebaliknya, itu bisa meningkatkan sumber pendapatan. Bahkan investor juga akan lebih tertarik karena melihat kesuksesan suatu game lalu dijadikan film layar lebar," ujar Fadjar saat dihubungi.

Rencananya film ini, seperti gamenya tidak hanya akan dipasarkan di dalam negeri tapi juga akan dipasarkan secara internasional, untuk itu selain bekerjasama dengan SkyMedia (Screenplay) dan Lyto game, namun juga bekerjasama dengan CJ Entertainment dari Korea. Selain itu, Goodhouse.id juga mengajak salah satu gamers professional bernama Muhammad Ikhsan yang dikenal sebagai Iksan Lemon bermain dalam film DreadOut.

Film DreadOut menceritakan tentang sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial. Sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong, mereka sengaja mengunjungi di gedung tersebut di malam hari untuk merekam kegiatan mereka selama disana. Tidak sengaja, salah satu anggota kelompoknya, Linda, membuka portal misterius dan membangunkan penunggu alam gaib berkebaya merah, seperti di dalam gamenya, yang menyeret mereka ke dalam neraka.

Film DreadOut akan rilis Januari 2019, disutradarai dan diproduseri oleh Kimo Stamboel (Rumah Dara, Killers, Headshot), Wida Handoyo (Petak Umpet Minako 2017) dan Edwin Nazir (9 Summers 10 Autumns 2013).
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak