Cetak Uang Dianggap Lebih Tepat Dibanding Bikin Utang

Selasa, 18 Agustus 2020 - 13:52 WIB
loading...
Cetak Uang Dianggap...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menilai kebijakan mencetak uang diperlukan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, dengan adanya kebijakan tersebut akan memastikan peredaran uang hingga seluruh lapisan masyarakat.

"Menurut saya, dari sisi kebijakan cetak uang yang paling pas karena uang itu akan beredar di bawah. Kalau kita pakai utang, uang akan beredar di atas," ujar Agus dalam acara Market Review IDX Channel, Selasa (18/8/2020).

Agus menambahkan, kebijakan mencetak uang menjadi penting di masa saat ini karena dibutuhkan untuk memastikan perekonomian bergerak hingga level bawah. ( Baca juga:BI Ungkap Penyebab Adanya Gambar Pakaian Adat China di Uang Baru Pecahan Rp75.000 )

"Menurut saya, ini jadi critical menghidupkan yang bawah supaya ekonomi jalan. Kalau itu tidak ada saya khawatir, minusnya perlahan semakin melebar. Ini yang penting sekarang bagaimana rakyat kita hidup, kebijakannya harus ke arah sana," kata dia.

Meskipun pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan stimulus ekonomi, Agus menyebut langkah itu dirasa masih kurang. Sebab, selama ini kebijakan stimulus hanya anggaran yang dipindah-pindahkan saja.

"Sekarang ini yang menurut saya yang penting adalah kebijakan bagaimana menghidupkan rakyat bawah bisa bertransaksi. Artinya mereka harus dapat uang tunai untuk berbelanja supaya ekonomi di bawah itu jalan," ucapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Amanda Manopo Sambangi...
Amanda Manopo Sambangi Polres Metro Jakarta Selatan, Diduga Jadi Korban Pemalsuan Tanda Tangan
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Program Tabungan Dahsyat...
Program Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank Perkuat Loyalitas Nasabah
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Infografis
Puasa Setiap Hari Bisa...
Puasa Setiap Hari Bisa Bikin Suasana Hati Lebih Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved