Hingga Juli, Transaksi E-Money Mandiri Capai Rp7,4 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2020 - 14:15 WIB
loading...
Hingga Juli, Transaksi...
Bank Mandiri mencatat hingga akhir Juli 2020, frekuensi finansial Mandiri e-Money mencapai 469 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp7,4 triliun. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat, hingga akhir Juli 2020, frekuensi finansial Mandiri e-Money mencapai 469 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp7,4 triliun. Bank Mandiri sendiri saat ini telah menerbitkan kartu berlogo Mandiri e-Money mencapai lebih dari 21,6 juta kartu.

Adapun saat ini, Perseroan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero)yang telah menerbitkan Kartu Commuter Pay. Kartu ini nantinya dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran di seluruh moda transportasi dan belanja.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, melalui kerja sama ini, pengguna commuterline maupun transportasi publik lainnya hanya perlu memiliki satu kartu saja untuk melakukan transaksi pembayaran.

(Baca Juga: Dorong Transaksi E-Channel, Bank Mandiri Gandeng Bright Store)

"Inisiatif ini dapat lebih memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik karena hanya memerlukan 1 kartu saja. Kartu Commuter Pay ini sendiri dapat dibeli masyarakat di loket-loket stasiun kereta Commuterline mulai Oktober 2020," kata Royke Tumilaar di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Kartu Commuter Pay yang menggunakan platform Mandiri e-money ini juga dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pemegang kartu, seperti pembayaran tol, parkir, MRT, LRT, Transjakarta, Transjogja, Batik Solo Trans, Pembayaran di SPBU, wahana liburan, restoran maupun belanja di toko retail seperti Indomaret, Alfamart dan lainnya.

Agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai transaksi nontunai, masyarakat dapat melakukan isi ulang atau top up di Mesin ATM dan Kantor cabang Bank Mandiri, aplikasi Mandiri Online pada telepon pintar Android yang memiliki fitur NFC, IOS (Iphone), maupun mitra e-Commerce yang sudah bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Inisiatif kerja sama ini, lanjut Royke, merupakan salah satu upaya Bank Mandiri untuk terus memberikan nilai tambah kepada mitra serta upaya mendukung program Gerakan Nasional Non Tunai.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu implementasi budaya AKHLAK bagi setiap BUMN. Penggunaan kartu Commuter Pay juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi transaksi dengan uang tunai.

"Pada masa pandemi ini, KAI dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terus melakukan pengaturan antrean di stasiun. Dengan Commuter Pay, pengguna akan lebih mudah untuk naik KRL Commuter Line dan tidak perlu mengantre dua kali, yaitu antre isi ulang atau membeli Tiket Harian Berjaminan serta antre menuju masuk gate elektronik stasiun," kata Didiek Hartantyo.

(Baca Juga: Nasabah Bank Mandiri Suka Gesek, Volume Transaksi Kartu Kredit Capai Rp15 T)

Pada Juli 2020, dibanding THB, penggunaan Uang Elektronik Perbankan dan Kartu Multi Trip (KMT) pada layanan KRL mencapai 75%. Persentase tersebut meningkat dibandingkan Juli 2019 sebesar 69%.

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menjelaskan, peningkatan ini menunjukkan para pengguna sudah merasakan manfaat dari memiliki kartu seperti Commuter Pay dan KMT. "Kolaborasi ini juga dapat menjawab kebutuhan para pengguna KRL yang ingin memiliki satu kartu untuk berbagai keperluan," ucap Wiwik.

Sejak 3 Agustus 2020, KCI menambah jumlah stasiun yang khusus hanya melayani transaksi non tunai dengan KMT dan Kartu Uang Elektronik Bank. Total saat ini terdapat 8 stasiun khusus transaksi nontunai, dimana tiga stasiun terbaru merupakan stasiun dengan volume pengguna tinggi yaitu Bogor, Cilebut, dan Cikarang.

"Dengan jumlah stasiun khusus transaksi nontunai yang akan terus kami tambah, maka permintaan terhadap uang elektronik seperti Commuter Pay tentunya akan semakin meningkat di masa depan," pungkas Wiwik.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Mandiri Ramal Ekonomi...
Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Kuartal II Melambat Tak Sampai 5,6%
Nasabah BCA Kini Bisa...
Nasabah BCA Kini Bisa Transaksi Menggunakan QRIS di China
Bank Mandiri Cetak Laba...
Bank Mandiri Cetak Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kucurkan Kredit Rp1.530 T
Bank Mandiri Kantongi...
Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18%
Naik 13,4%, Bank Mandiri...
Naik 13,4%, Bank Mandiri Gelontorkan Kredit Rp1.895 Triliun di 2025
RUPSLB Bank Mandiri...
RUPSLB Bank Mandiri Desember 2025 Rombak Susunan Pengurus, Berikut Daftarnya
Bank Mandiri Salurkan...
Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
Ekonomi Indonesia Solid,...
Ekonomi Indonesia Solid, Bank Mandiri Nilai Sinergi Kebijakan Topang Prospek Pertumbuhan
RUPST Bank Mandiri Restui...
RUPST Bank Mandiri Restui Pembagian Dividen Rp 44,47 Triliun
Rekomendasi
Sambut Konser Comeback...
Sambut Konser Comeback BTS di Busan, Kampus dan Kuil Disulap Jadi Penginapan Murah
Keponakan Bupati Muara...
Keponakan Bupati Muara Enim Ikut Jadi Tersangka dalam OTT KPK
Parah, FIFA Angkat Tangan...
Parah, FIFA Angkat Tangan Biarkan Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved