9 Mata Uang Lebih Kuat dari Dolar AS, 4 di Antaranya Milik Negara Muslim

Senin, 29 April 2024 - 16:13 WIB
loading...
A A A
6. Dinar Yordania (JOD)

Beralih ke Timur Tengah, mata uang Yordanian mengisi posisi berikutnya. 1 dinar Yordania diketahui setara dengan 1.41 dolar AS. Dinar Yordania telah beredar sejak 1950 dan dipatok terhadap dolar AS. Namun, jika mengacu riwayatnya mata uang ini sudah dipakai sejak 1949 menggantikan pound Transjordan.

7. Rial Oman (OMR)

Saat ini, 1 rial Oman setara dengan 2.60 dolar AS. Hal ini tidak mengejutkan mengingat statusnya sebagai salah satu mata uang terkuat di dunia. Melihat sejarah, Rial Oman diperkenalkan sekitar 1970-an. Mata uang ini juga dipatok terhadap dolar AS.

8. Dinar Bahrain (BHD)

Berikutnya ada Dinar Bahrain. Mata uang ini mulai beredar pada 965 dan dipatok terhadap dolar AS. Saat ini, nilai Dinar Bahrain lebih tinggi dari Dolar AS. 1 dinar Bahrain setara dengan 2.65 dolar AS.

9. Dinar Kuwait (KWD)

Dinar Kuwait menjadi mata uang terkuat di dunia. Nilainya per 1 dinar Kuwait sama dengan 3.25 dolar AS. Kuwait dikenal sebagai salah satu eksportir minyak bumi terbesar di dunia. Mata uangnya diperkenalkan pada 1960-an dan pada awalnya dipatok ke pound Inggris sebelum dipatok kembali ke beberapa mata uang yang dirahasiakan. Demikianlah ulasan mengenai deretan mata uang yang lebih kuat dari dolar AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
5 Mata Uang Calon Pengganti...
5 Mata Uang Calon Pengganti Dolar AS Jika USD Runtuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved