Profesor Ini Sebut Kontribusi Industri Rokok ke Pendapatan Negara Itu Kecil

Selasa, 18 Agustus 2020 - 15:46 WIB
loading...
Profesor Ini Sebut Kontribusi...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau Prof. Hasbullah Thabrany mengungkapkan, industri rokok sebenarnya mini kontribusi terhadap pendapatan negara. Menurutnya, pendapatan negara dari rokok murni hanya berasal dari pajak.

"2019 HM Sampoerna berhasil meraup Rp106 triliun. Dari jumlah itu sekitar 56% adalah cukai rokok. Jadi ada sekitar Rp59 triliun yang merupakan uang denda bagi puluhan juta orang yang merusak kesehatan," kata Hasbullah dalam diskusi bersama YLKI secara virtual, Selasa (18/8/2020). ( Baca juga:Update Corona: Positif 143.043 Orang, 96.306 Sembuh dan 6.277 Meninggal )

Selain itu, ia mencontohkan kontribusi minim lainnya dari industri rokok. Pada 2015 Philip Morris International melakukan investasi sebesar USD1,5 miliar (Rp19,5 triliun: kurs Rp13.000). Kemudian pada 2019 mereka mendapatkan pendapatan kotor sebesar Rp18 triliun.

"Pajak yang yang disetorkan cuma Rp4,5 triliun, itu kecil. Nah keuntungan Philip Moris yang sebesar Rp13 triliun lebih itu dibawa lari keluar negeri, karena mereka perusahaan asing," jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal di Palu
DPR: Penambahan Layer...
DPR: Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Buka Celah Penyalahgunaan dan Moral Hazard
Peredaran Rokok Elektronik...
Peredaran Rokok Elektronik Ilegal Marak, Konsumen Diimbau Pilih yang Berpita Cukai
Rekomendasi
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Amerika Serikat Tersingkir,...
Amerika Serikat Tersingkir, Belgia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan 45 Persen di Hari ke-7 Penanganan
Berita Terkini
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved