KSP Apresiasi PLN EPI Libatkan Masyarakat Kembangkan Biomassa
Jum'at, 03 Mei 2024 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi masyarakat, Lurah Gombang Supriyanto menerangkan bahwa program tersebut menjadi solusi bagi warga setempat. "Warga senang dengan program ini karena memang sangat membutuhkan pakan ternak. Terlebih, rantingnya juga bisa punya nilai ekonomi karena untuk co-firing," tuturnya.
Baca Juga: Media AS: Arab Saudi Tangkapi Warga yang Kritik Israel
Terpisah, Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan bahwa pengembangan energi biomassa menjadi salah satu komitmen perusahaan dalam pencapaian NZE melalui penyediaan pasokan energi alternatif untuk mengurangi batu bara. "Pengembangan energi biomassa sejalan dengan komitmen PLN untuk mngurangi emisi karbon melalui program penyediaan dan pengembangan ekosistem biomassa untuk co-firing PLTU," jelasnya.
Iwan menjelaskan, ada tiga inisiatif strategis yang telah dilakukan oleh PLN EPI, yaitu Program STAB (Socio Tropical Agriculture-waste Biomass) memanfaatkan limbah pertanian/limbah pangan seperti sekam, jerami, bonggol jagung, serbuk aren, batang singkong dan lainnya. Kemudian, Program PERTIWI (Primary Energy Renewable & Territorial Integrated Wisdom of Indonesia) memanfaatkan limbah perkebunan/perhutanan seperti limbah replanting karet, kulit dan limbah sagu, limbah sawit, dan lain-lain.
Selanjutnya, optimalisasi lahan kritis/non produktif melalui program Green Economy Village yang telah dimulai sejak Februari 2023 bersama Pemda DIY dan Keraton Yogyakarta, dengan penanaman tanaman pakan ternak dan biomassa di Gunung Kidul. "Keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan program ini berjalan dengan lancar, di mana PLN EPI menggandeng stakeholder terkait dalam menjamin kehandalan pasokan biomassa," tutup Iwan.
Baca Juga: Media AS: Arab Saudi Tangkapi Warga yang Kritik Israel
Terpisah, Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan bahwa pengembangan energi biomassa menjadi salah satu komitmen perusahaan dalam pencapaian NZE melalui penyediaan pasokan energi alternatif untuk mengurangi batu bara. "Pengembangan energi biomassa sejalan dengan komitmen PLN untuk mngurangi emisi karbon melalui program penyediaan dan pengembangan ekosistem biomassa untuk co-firing PLTU," jelasnya.
Iwan menjelaskan, ada tiga inisiatif strategis yang telah dilakukan oleh PLN EPI, yaitu Program STAB (Socio Tropical Agriculture-waste Biomass) memanfaatkan limbah pertanian/limbah pangan seperti sekam, jerami, bonggol jagung, serbuk aren, batang singkong dan lainnya. Kemudian, Program PERTIWI (Primary Energy Renewable & Territorial Integrated Wisdom of Indonesia) memanfaatkan limbah perkebunan/perhutanan seperti limbah replanting karet, kulit dan limbah sagu, limbah sawit, dan lain-lain.
Selanjutnya, optimalisasi lahan kritis/non produktif melalui program Green Economy Village yang telah dimulai sejak Februari 2023 bersama Pemda DIY dan Keraton Yogyakarta, dengan penanaman tanaman pakan ternak dan biomassa di Gunung Kidul. "Keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan program ini berjalan dengan lancar, di mana PLN EPI menggandeng stakeholder terkait dalam menjamin kehandalan pasokan biomassa," tutup Iwan.
(fjo)
Lihat Juga :