alexametrics

Lemahnya Ekonomi China Untungkan USD, Rupiah Mutung ke Rp14.124

loading...
Lemahnya Ekonomi China Untungkan USD, Rupiah Mutung ke Rp14.124
Rupiah hari ini merugi 77 poin atau 0,55% ke level Rp14.124 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Melemahnya data ekonomi China menguntungkan dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot. Hal ini membuat nilai tukar rupiah di indeks Bloomberg pada Senin (14/1/2019), merugi 77 poin atau 0,55% ke level Rp14.124 per USD.

Awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 5 poin ke level Rp14.052 per USD, dibanding penutupan Jumat akhir pekan di Rp14.047 per USD. Senin ini, mata uang kecintaan kita diperdagangkan di Rp14.037-14.144 per USD.

Senada, rupiah di data Yahoo Finance pada petang ini, terdepresiasi 48 poin alias 0,34% menjadi Rp14.120 per USD, berbanding Jumat pekan lalu di Rp14.072 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di level Rp14.030-Rp14.140 per USD.



Melansir dari CNBC, Biro Statistik China mencatat ekspor negaranya pada Desember 2018 minus 4,4% secara tahunan. Dan impor juga minus Rp7,6%, lebih buruk dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu tumbuh 3%. Hasil ini membuat Neraca Perdagangan China hanya surplus USD351,76 miliar, angka terendah sejak tahun 2013.

Kondisi ini, membuat indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat menjadi 95,16. Dolar AS diuntungkan karena kekhawatiran perlambatan ekonomi di China, menghapus kekhawatiran atas government shutdown yang sedang berlangsung.

Melemahnya ekonomi Negeri Tirai Bambu, membuat yuan China jatuh 2% terhadap USD menjadi 6,7649. Dolar Australia melemah ke USD0,7182, dan yen Jepang turun 0,41% ke level 108,10 yen per USD.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak