SP PLN Tegaskan Dukungan Atas Transisi Energi di May Day 2024

Jum'at, 03 Mei 2024 - 16:04 WIB
loading...
SP PLN Tegaskan Dukungan...
Serikat Pekerja PT PLN (Persero) menggelar Apel Hari buruh Internasional alias May Day pada Rabu (1/5/2024). FOTO/Ist
A A A
JAKARTA - Serikat Pekerja (SP) PT PLN (Persero) menggelar apel Hari buruh Internasional alias May Day pada Rabu (1/5). Dalam apel tersebut, SP PLN mengambil tema "Memperkuat Posisi BUMN di Masa Transisi Energi untuk Kepentingan Rakyat Indonesia".

Ketua Umum DPP SP PLN M Abrar Ali mengatakan, serikat pekerja berperan penting dalam pengelolaan kebijakan transisi energi di Indonesia, dengan memastikan bahwa transisi energi dikelola oleh negara. Transisi energi, tegasnya, harus sesuai dengan amanat konstitusi, yaitu tetap dikuasai oleh negara demi menyediakan energi yang terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Indonesia Butuh Rp1.377 T untuk Biayai Transisi Energi, Wamen BUMN: Berjalan 25 Tahun

"Transisi energi harus memperhatikan dampak sosial ekonomi dan mempertimbangkan aspek kedaulatan energi, agar tidak terjebak dalam ketergantungan teknologi dan utang asing," tandasnya.

Menurut dia, transisi energi harus dilakukan secara hati-hati. Listrik yang dihasilkan pun tetap harus terjangkau oleh masyarakat dan harus dipastikan agar PLN juga tidak mengalami kesulitan keuangan untuk menjalankan transisi tersebut.

Baca Juga: Taipan Berusia 100 Tahun Robert Kuok Paling Kaya di Malaysia, Hartanya Rp184 Triliun

Karena itu, jelas Abrar, transisi energi harus melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, serikat pekerja, masyarakat adat, dan masyarakat sipil. "Kebijakan dan praktik transisi energi harus memastikan akses energi yang adil dan terjangkau, serta perlindungan lingkungan yang berkelanjutan," tandasnya.

Terkait dengan itu, Abrar mengatakan bahwa serikat pekerja memiliki posisi strategis. Serikat pekerja PLN, tegas dia, tidak sekadar memperjuangkan kepentingan buruh, tapi lebih luas dari itu menjamin hak konstitusional warga negara terkait ketenagalistrikan.

SP PLN, imbuh dia, mendukung Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo agar ada kepastian bahwa transisi energi menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah, di mana PLN menjadi pelaksana atau operatornya. "Sumber anggaran USD85 miliar harus ditanggungjawabi oleh negara, agar PLN dapat melaksanakan mandatory tersebut," tutupnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik BGN Andri Mulyono Jadi Tersangka
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved