Tiru Taktik Iran, Begini Cara Cerdik Rusia Siasati Sanksi Barat

Minggu, 05 Mei 2024 - 08:25 WIB
loading...
A A A
Melalui strategi itu, Armenia misalnya, mengalami peningkatan impor mobil dan komponen Jerman hingga mencapai nyaris 1.000% tahun lalu.

Rusia adalah negara yang paling banyak diembargo secara global, menurut data terbaru yang disediakan oleh Castellum sebuah basis data pelacakan sanksi global. Namun, ekonomi Rusia tetap tangguh. Menurut Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov, negara ini membukukan pertumbuhan yang kuat sebesar 3,6% tahun lalu dan Kremlin memperkirakan tingkat pertumbuhan pada 2024 berada di level yang sama.

Dana Moneter Internasional (IMF) juga memiliki ekspektasi pertumbuhan yang sama dengan Rusia, dengan menetapkan tingkat ekspansi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 3,2%, dan mencatat bahwa pengeluaran negara yang tinggi dan investasi yang terkait dengan perang melawan Ukraina akan mendorong pertumbuhan. Pendapatan yang kuat dari ekspor minyak akan terus mendukung keuangan Moskow.

Sanksi Barat Melempem

Rusia dikenai lebih dari 5.000 sanksi yang berbeda-beda lebih banyak daripada yang dijatuhkan kepada Iran, Venezuela, Myanmar, dan Kuba jika digabungkan. Sanksi-sanksi tersebut ditargetkan pada politisi dan pejabat di pemerintahan Putin, serta oligarki Rusia, perusahaan besar, lembaga keuangan, dan kompleks industri militer.

Sanksi keuangan telah membatasi akses bank-bank Rusia ke pasar keuangan internasional, mengecualikan mereka dari sistem perbankan SWIFT yang sangat penting, yang mendukung sebagian besar transfer uang dan sekuritas internasional.

Selain itu, bank sentral Rusia juga tidak dapat mengakses cadangan devisanya yang sangat besar yang terletak di negara-negara G7. Masalahnya, hanya sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB yang mengikat secara hukum untuk semua negara di dunia. Dan memang ada beberapa negara seperti India, Brasil, dan China yang tidak mematuhi sanksi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Rekomendasi
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved