alexametrics

Pemerintah Dorong Pengembangan Listrik Panas Bumi di Flores

loading...
Pemerintah Dorong Pengembangan Listrik Panas Bumi di Flores
Pengembangan energi panas bumi di Flores dapat diintegrasikan dengan sektor hilir seperti industri pertambangan, smelter, dan lain-lain. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, potensi energi terbesar yang tersedia di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah panas bumi dengan potensi sebesar 1.276 MWe (megawatt electical). Dari potensi tersebut, sebesar 776 MWe di antaranya berada di Pulau Flores.

Dari 12 wilayah prospek panas bumi di Pulau Flores, baru tiga wilayah yang mendapat izin pengelolaan WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi) dari menteri ESDM, yaitu Ulumbu, Mataloko dan Sokoria dengan total kapasitas terpasang mencapai 12,5 MW (megawatt).

Kepala Badan Litbang ESDM Sutijastoto dalam keterangan resmi menuturkan, energi panas bumi diharapkan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah timur Indonesia. Tak hanya itu, pengembangan panas bumi di Flores pun dapat diintegrasikan dengan sektor hilir seperti industri pertambangan, smelter, perikanan, perkebunan dan pariwisata agar potensinya dapat dimaksimalkan.



Namun, saat ini kebutuhan listrik di Pulau Flores mayoritas untuk konsumsi rumah tangga. Karena itu, perlu didorong investasi di Flores sehingga potensi energi yang ada dapat dikembangkan. "Diperlukan koordinasi lintas sektor yang lebih optimal guna meningkatkan investasi di Pulau Flores," ungkapnya, Senin (4/2/2019).

Direktur PT PLN Geothermal Aris Edi Susangkiono menjelaskan, tambahan permintaan berperan untuk medorong pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Pulau Flores-NTT saat ini. "Kondisi kelistrikan pada tahun 2027, proyeksi permintaan di Flores adalah 383 MW, sementara kapasitas total pembangkit baru adalah 629 MW," jelas Aris.

Aris menambahkan jumlah ini tidak termasuk Wai Sano, Wai Pesi, Lesugolo, Oka Ile Ange dan Gunung Sirung. Karena itu, ada kebutuhan untuk meningkatkan permintaan guna menyerap listrik yang dihasilkan pembangkit.

Di sisi lain, Pulau Flores memiliki banyak potensi sumber daya alam mineral yang dapat ditawarkan untuk menarik investasi. Kementerian ESDM mencatat, Flores memiliki potensi hipotetik mineral emas primer sebesar 3,8 juta ton, mangan 34,938 juta ton dan pasir besi.

Sebagai gambaran, untuk operasional fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) mangan sebesar 40.000 ton/tahun dibutuhkan energi sebesar 10 MW.

Saat ini terdapat 11 perusahaan tambang yang masih beroperasi di Kabupaten Manggarai, antara lain PT Nusa Energy Raya, PT Indomineral Resources, PT Tamarindo Karya Resources, PT Multindo Cakrawala Sejati, PT Sumber Alam Nusantara, PT Tribina Sempurna, PT Masterlong Mining Resources, PT Sumber Jaya Asia, PT Rakhsa International, PT Menara Armada Pratama, dan PT Wijaya Graha Prima.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak