alexametrics

Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Terkuat di Pasar Asia

loading...
Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Terkuat di Pasar Asia
Rupiah pada hari ini dibuka menguat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik pada hari ini akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018, dan memberi energi terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), pada perdagangan Rabu (6/2/2019).

Data Yahoo Finance menunjukkan mata uang kecintaan kita menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp13.925 per USD pada hari ini, berbanding penutupan Senin lalu di level Rp13.950 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, menetapkan rupiah pada Rabu ini di level Rp13.947 per USD, terapresiasi 29 poin dari posisi Rp13.976 per USD pada Senin lalu.



Catatan Bloomberg menulis, nilai tukar rupiah dibuka naik 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.950 per USD, pada sesi pembukaan. Dan laju rupiah semakin kencang pada pukul 10.26 WIB, dengan bertambah 31 poin atau 0,23% ke Rp13.930 per USD, berbanding Senin lewat di Rp13.961 per USD.

Penguatan rupiah menjadikan mata uang NKRI menjadi mata uang terkuat di pasar Asia pada Rabu ini. Selain rupiah, mata uang lainnya di Asia yang menguat terhadap USD ialah won Korea Selatan bertambah 0,19% menjadi 1.119 won, yen Jepang menguat 0,17% menjadi 109,77 yen, dan peso Filipina yang berotot 0,12% menjadi 52,28 peso per USD.

Sedangkan yuan China rontok 0,69% menjadi 6,74 yuan, dolar Taiwan melemah 0,04% menjadi 30,78, rupee India melemah 0,004% menjadi 71,6 dan baht Thailand tergelincir 0,02% menjadi 31,25 baht per USD.

Sementara itu, dolar AS bertahan stabil terhadap enam mata uang utama, menunggu pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Melansir dari CNBC, Rabu (6/2), hal ini membuat indeks USD naik 0,030 poin atau 0,03% ke posisi 96,097, dibanding level 95,400 pada minggu sebelumnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak