alexametrics

Ekonom Dorong Impor Pangan Jadi Perhatian Serius Capres 2019

loading...
Ekonom Dorong Impor Pangan Jadi Perhatian Serius Capres 2019
Ekonom Indef mendorong agar permasalahan pangan menjadi perhatian khusus calon presiden dan wakil presiden 2019 untuk memberikan solusi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendorong agar permasalahan pangan menjadi salah satu pembahasan dalam debat calon presiden dan wakil presiden 2019. Ekonom Indef Rusli Abdullah mengatakan, impor pangan sudah seharusnya jadi perhatian khusus di Indonesia karena berkontribusi membuat neraca perdagangan masih defisit.

"Impor sulit dihindari sebelum ada perbaikan tata kelola komoditas pangan, khususnya beras karena sejak tahun 2000 itu tren impor beras meningkat sampai saat ini bahkan impor tahun 2018 merupakan tertinggi," ujar Rusli Abdullah di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Sambung dia menerangkan, manajemen produksi dan logistik komoditas pangan menurutnya juga perlu diperbaiki. Pasalnya produksi komoditas pangan masih terkoreksi lebih tinggi untuk laju impornya. "Ini sangat penting dalam merancang kebijakan pangan yang efektif dan tepat sasaran baik yang berkaitan dengan produksi dan logistik komoditas," katanya.



Untuk itu Rusli menyarankan agar menggenjot produksi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas. Salah satunya mempertahankan lahan abadi pertanian di Jawa maupun di luar Jawa. "Apabila impor diperlukan dalam menjaga harga, maka harus memperhatikan siklus panen. Impor perlu disetop ketika defisit neraca besar," jelasnya.

Sementara itu sebelumnya Ombudsman RI memberikan peringatan dini (early warning) kepada pemerintah dan pihak terkait soal impor komoditi pangan seperti beras, gula, garam dan jagung dalam empat tahun terakhir agar menjadi perhatian khusus. Alasannya memasuki tahun politik akan membuat pencatatan mengenai data impor bakal tidak akurat.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak