PLN EPI-RAE Teken MoU Pemanfaatan Limbah Perkebunan untuk Biomassa di Lampung
Sabtu, 18 Mei 2024 - 06:37 WIB
loading...
A
A
A
Dalam membangun ekosistem biomassa tersebut, lanjut dia, juga dilibatkan masyarakat untuk melakukan pembibitan dan penanaman tanaman multifungsi di lahan kritis dan marginal. Selain memberdayakan masyarakat, hal ini juga meningkatkan penyerapan karbon oleh tanah dan tanaman. "Pelibatan masyarakat tani untuk penanaman tanaman pakan ternak di lahan marginal telah berjalan di beberapa lokasi seperti di Gunung Kidul, Cilacap, Tasikmalaya, Pulau Kundur di Kepri, dan wilayah lainnya," tuturnya.
Baca Juga: 8 Alasan Minum Kopi Tiap Pagi Bisa Bikin Panjang Umur
Sementara itu, Direktur Utama RAE Husni Thamrin mengatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dalam pengembangan pasokan biomassa yang bersumber dari residu tanaman pertanian perkebunan yang selama ini bertumpuk begitu saja. "Kami sepakat untuk menyediakan pasokan biomassa yang berasal dari produk samping perkebunan seperti serbuk dari batang singkong, bonggol jagung, sekam padi, karet, limbah pengolahan coklat, kelapa sawit dan produk lainnya yang berbasis pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat," ujar Husni.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, yang turut menyaksikan penandatangan MoU ini mengatakan bahwa sumber energi biomassa ini di daerahnya sangat berlimpah. Lampung juga memiliki infrastruktur pelabuhan yang siap digunakan untuk pengiriman biomassa ke PLTU lain di luar Lampung manakala kebutuhan lokal telah tercukupi.
"Kami berharap pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan ini akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, selain juga berkontribusi dalam penurunan emisi melalui program co-firing PLTU. Infrastruktur perhubungan di Lampung sangat siap mendukung hal tersebut," pungkasnya.
Baca Juga: 8 Alasan Minum Kopi Tiap Pagi Bisa Bikin Panjang Umur
Sementara itu, Direktur Utama RAE Husni Thamrin mengatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dalam pengembangan pasokan biomassa yang bersumber dari residu tanaman pertanian perkebunan yang selama ini bertumpuk begitu saja. "Kami sepakat untuk menyediakan pasokan biomassa yang berasal dari produk samping perkebunan seperti serbuk dari batang singkong, bonggol jagung, sekam padi, karet, limbah pengolahan coklat, kelapa sawit dan produk lainnya yang berbasis pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat," ujar Husni.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, yang turut menyaksikan penandatangan MoU ini mengatakan bahwa sumber energi biomassa ini di daerahnya sangat berlimpah. Lampung juga memiliki infrastruktur pelabuhan yang siap digunakan untuk pengiriman biomassa ke PLTU lain di luar Lampung manakala kebutuhan lokal telah tercukupi.
"Kami berharap pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan ini akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, selain juga berkontribusi dalam penurunan emisi melalui program co-firing PLTU. Infrastruktur perhubungan di Lampung sangat siap mendukung hal tersebut," pungkasnya.
(fjo)
Lihat Juga :