alexametrics

Jokowi Minta Masyarakat Dukung Unicorn Indonesia

loading...
Jokowi Minta Masyarakat Dukung Unicorn Indonesia
Jokowi Minta Masyarakat Dukung Unicorn Indonesia. (Koran SINDO. Eko Purwanto).
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Indonesia terus mendukung startup unicorn milik Indonesia.

Permintaan ini menyusul polemik adanya aksi menghapus aplikasi Bukalapak dengan menggunakan tagar #uninstallBukalapak. Aksi tersebut muncul setelah CEO Bukalapak Ahmad Zaky dalam cuitan twitter-nya menyoroti rendahnya dana penelitian dan pengembangan.

Dalam cuitannya tersebut Zaky berharap presiden baru dapat menaikkan anggaran tersebut. Hal itu menimbulkan reaksi keras dari para warganet. Sebab, Zaky dinilai tidak menghargai Presiden Jokowi yang selama ini selalu mendukung pengembangan Bukalapak.



”Kita semuanya ini harus mendorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, yang memiliki kreativitas. Kita juga ingin mendorong UMKM kita dari offline supaya masuk ke marketplace online system . Jadi, kita harus juga mendorong unicorn-unicorn Indonesia agar memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain,” kata Presiden sesuai bertemu Zaky di Istana Merdeka kemarin. Jokowi menyebut tidak ada perasaan berbeda terhadap Zaky setelah cuitan tersebut.

Dia mengingatkan masyarakat untuk lebih bersikap bijak dan lapang dalam bertindak. Dia pun meminta aksi # uninstall Bukalapak segera dihentikan.
”Kita harus bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap dalam setiap peristiwa apa pun. Sebab itu, saya ajak hari ini untuk menghentikan, untuk stop uninstall Bukalapak. Stop. Karena kita harus dorong. Dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, memiliki kreativitas untuk maju,” ujarnya.
Dimintai tanggapan terkait masih rendahnya anggaran penelitian dan pengembangan, Jokowi mengatakan, sebenarnya saat ini sudah cukup besar. Dia menyebut, pemerintah tahun ini menganggarkan sekitar Rp26 triliun untuk penelitian dan pengembangan.

”Tetapi, kita ini sebuah kelembagaan besar agar arahnya jelas. Tembakannya tepat sehingga inovasi negara ini bisa muncul, muncul, muncul, muncul. Sekarang tersebar di kementerian dan lembaga-lembaga. Jadi, sudah gede sebetulnya anggarannya.

Meskipun ke depan kita ingin mengembangkan,” tuturnya. Terkait dengan mendorong swasta untuk melakukan penelitian dan pengembangan, Jokowi mengatakan, akan ada insentif dalam bentuk pajak.

Menurut dia, saat ini pemerintah masih melakukan kajian bentuk insentif pajak yang tepat. ”Itu masih dalam proses dibicarakan untuk memberikan super deductible tax baik dalam rangka pengembangan SDM maupun inovasi. Tapi bahwa kita harus mendorong dan mendukung baik yang namanya Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, untuk memajukan ekonomi kita. Semuanya kita dorong dan startup ,” katanya.

Sementara itu, CEO Bukalapak Ahmad Zaky mengucapkan terima kasih karena dapat bertemu langsung presiden. Pada kesempatan itu Zaky juga secara langsung meminta maaf dan meluruskan cuitan di akun twitter-nya. Dia mengaku berdiskusi banyak terkait masalah penelitian dan pengembangan.
”Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Presiden yang sudah meluangkan waktu untuk bertemu dengan saya pribadi. Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada Bapak dan luruskan juga (cuitan) yang kemarin. Saya juga mengapresiasi ada banyak diskusi mengenai rancangan pemerintah untuk membuat Indonesia maju,” ujarnya.

Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki mengatakan, kedatangan Zaky ke istana merupakan undangan dari Presiden. Dia mengatakan, Presiden tidak marah dengan cuitan Zaky. Malah, Presiden khawatir jika aksi #uninstallBukalapak terus berlanjut.

”Ini akan mengganggu bisnis e-commerce di Indonesia. Harus kita tahu Bukalapak adalah salah satu empat dari unicorn kita. Selain Go-jek, Traveloka, Tokopedia, ada banyak UMKM yang menggunakan marketplace - nya di empat unicorn ini,” ungkapnya. (Dita Angga)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak