Mumpung Mahal Bos! Menteri Edhy Minta Produksi Udang Digenjot

Rabu, 19 Agustus 2020 - 14:10 WIB
loading...
Mumpung Mahal Bos! Menteri...
Budidaya udang memiliki potensi besar mengingat tingginya kebutuhan serta menariknya harga di pasaran. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terus mendorong produksi udang di Tanah Air. Pasalnya, ada peluang besar mengingat produksi udang nasionak dalam setahun belum mencapai 1 juta ton, sementara kebutuhan udang di pasar dunia mencapai 13 juta ton.

"Ini potensi yang besar. Di masa pandemi udang dengan ukuran 100 ekor per kilogram menuju Rp50.000, lebih mahal Rp20.000 dibanding harga sebelum Covid," kata Edhy dalam Soft Launching Pasar Laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Perikanan secara virtual, Rabu (19/8/2020).

(Baca Juga: Sindir Susi, Edhy Prabowo: Jangan Hanya Sibuk Debat Soal Lobster!)

Ia menyampaikan, saat pandemi pihaknya tidak menghentikan sedikitpun produksi udang. Sebab, pasar udang di dalam belum dikapitalisasi oleh pelaku usaha dalam negeri. "Potensi udang di Indonesia masih terbuka lebar, namun masih diperlukan budidaya udang dengan baik agar produksi udang meningkat," jelasnya.

Ia mengungkapkan, salah satu penyebab tidak berkembangnya udang di Indonesia, karena pembudidaya masih dihantui resiko budidaya udang. Salah satunya adalah penyakit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
KKP Pastikan Proyek...
KKP Pastikan Proyek Pagar Beton Cilincing Sudah Kantongi Izin
AS Temukan Paparan Radioaktif...
AS Temukan Paparan Radioaktif pada Udang Asal Indonesia, Mendag Buka Suara
5 Pulau Indonesia Dijual...
5 Pulau Indonesia Dijual di Situs Asing, Salah Satunya Dihargai Rp2,67 Miliar
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved