HET Beras Susah Turun, Dirut Bulog: Kecuali Ada Keadaan Luar Biasa
Senin, 20 Mei 2024 - 22:41 WIB
loading...
Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi menilai harga eceran tertinggi (HET) beras sulit diturunkan kembali, kecuali ada keadaan luar biasa. Foto/Dok
A
A
A
KARAWANG - Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi menilai harga eceran tertinggi (HET) beras sulit diturunkan kembali, kecuali ada keadaan luar biasa atau panen raya secara besar-besaran. Pernyataan Bayu merupakan respons atas rencana pemerintah melakukan HET beras secara permanen melalui satu regulasi baru.
“Ya biasanya sulit ya, kalau sekali naik susah turun, memang kondisinya begitu, kecuali ada keadaan yang sangat luar biasa, dimana panennya luar biasa banyak, luar biasa besar,” ujar Dirut Bulog Bayu saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/5/2024).
Baca Juga: HET Bakal Naik Permanen Usai 13 Mei, Begini Respons Dirut Bulog
Kendati begitu, Bayu memandang HET beras bisa kembali turun dengan catatan stok beras melimpah dan dibarengi oleh volume panen raya yang sangat besar. Maka suplai-demand-nya bisa terjaga atau seimbang, sehingga dia tertekan turun,” paparnya.
“Tapi pada kondisi yang seperti sekarang kalau dilihat dari data BPS dan data Bapanas bulan Juli saja sudah ya gitu tadi, beras kita sudah, jadi saya duga akan sulit turun,” ucap dia.
Baca Juga: Harga Beras Bulog Naik, Kemasan 5 Kg Jadi Rp62.500
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) ihwal pembuatan aturan baru mengenai relaksasi HET beras. Sehingga, HET beras saat ini masih mengacu pada surat Bapanas perihal relaksasi HET beras hingga 31 Mei 2024.
“Ya biasanya sulit ya, kalau sekali naik susah turun, memang kondisinya begitu, kecuali ada keadaan yang sangat luar biasa, dimana panennya luar biasa banyak, luar biasa besar,” ujar Dirut Bulog Bayu saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/5/2024).
Baca Juga: HET Bakal Naik Permanen Usai 13 Mei, Begini Respons Dirut Bulog
Kendati begitu, Bayu memandang HET beras bisa kembali turun dengan catatan stok beras melimpah dan dibarengi oleh volume panen raya yang sangat besar. Maka suplai-demand-nya bisa terjaga atau seimbang, sehingga dia tertekan turun,” paparnya.
“Tapi pada kondisi yang seperti sekarang kalau dilihat dari data BPS dan data Bapanas bulan Juli saja sudah ya gitu tadi, beras kita sudah, jadi saya duga akan sulit turun,” ucap dia.
Baca Juga: Harga Beras Bulog Naik, Kemasan 5 Kg Jadi Rp62.500
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) ihwal pembuatan aturan baru mengenai relaksasi HET beras. Sehingga, HET beras saat ini masih mengacu pada surat Bapanas perihal relaksasi HET beras hingga 31 Mei 2024.
Lihat Juga :