alexametrics

IHSG Berakhir Turun Tipis ke Level 6.501, Bursa China Melonjak Hampir 2%

loading...
IHSG Berakhir Turun Tipis ke Level 6.501, Bursa China Melonjak Hampir 2%
IHSG pada perdagangan, Jumat (22/2/2019) tertekan untuk masih tertahan memerah saat bursa China justru melompat tinggi hampir mencapai 2%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Jumat (22/2/2019) tertekan untuk masih tertahan memerah saat bursa China justru melompat tinggi hampir mencapai 2%. Hingga sesi perdagangan sore, IHSG berakhir turun tipis ke level 6.501,38 dengan penurunan sebesar 36,39 poin atau 0,56%.

Sebelumnya pada sesi pembukaan pagi tadi, bursa saham Tanah Air menyusut 19,570 poin atau 0,299% menjadi 6.518,20 untuk kemudian pada sesi siang masih berkutat pada zona merah usai kehilangan 52,691 poin ke level 6.485,07. Raihan tersebut tidak lebih baik dari penutupan Kamis (21/2) di posisi 6.537,77.

Sektor saham dalam negeri kebanyakan masih melemah dipimpin kejatuhan terdalam menimpa sektor industri dasar yang jatuh 1,72% untuk mengiringi kemerosotan sektor manufaktur 1,03%. Sedangkan beberapa sektor masih berhasil menguat, meski hanya tipis di antaranya perdagangan bertambah 0,68% dan pertambangan merayap 0,12%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,00 triliun dengan 16,30 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp124,85 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,31 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,19 triliun. Tercatat sebesar 180 saham menguat, 240 melemah dan 151 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) naik Rp220 menjadi Rp1.115, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) bertambah Rp175 menjadi Rp19.000 dan PT Paninvest Tbk. (PNIN) melonjak Rp175 ke posisi Rp1.400.

Sementara, beberapa saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp1.225 menjadi Rp81.775, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)melemah Rp200 menjadi Rp8.725 serta PT Astra International Tbk. (ASII) jatuh Rp75 menjadi Rp7.625.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pergerakan saham-saham pada daratan China meningkat tajam pada perdagangan akhir pekan di antara pasar saham utama Asia lainnya. Tercatat komposit Shanghai melompat tinggi hingga 1,91% untuk menutup sesi hari ini di level 2.804,23 sedangkan komposit Shenzhen perkasa dengan lonjakan 2,278% menjadi 1.477,25.

Indeks Hang Seng di Hong Kong tidak terkecuali juga mencetak hasil positif usai meningkat 186m39 poin atau 0,65% ke posisi 28.816,30 hingga perdagangan Jumat sore. Selanjutnya indeks Kospi, Korea Selatan berakhir sedikit lebih tinggi pada level 2.230,50 dengan tambahan tipis 0,08% saat saham perusahaan raksasa Samsung Electronics menanjak sebesar 0,43%.

Bursa patokan Australia juga menguat dimana ASX 200 naik 0,46% untuk kemudian ditutup ke level 6.167,30 dengan sebagian besar sektor melaju pada zona hijau. Namun di Jepang, indeks Nikkei justru menyusut 0,18% dan berakhir pada posisi 21.425,51 sedangkan indeks Topix turun lebih rendah 0,25% di akhir sesi ke level 1.609,52 karena saham operator toko swalayan FamilyMart Uny turun 0,95%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak