Peduli Lingkungan, Wilmar Ikut Lindungi Lanskap Aceh Bagian Selatan
Rabu, 22 Mei 2024 - 10:48 WIB
loading...
Wilmar mengadakan Lokakarya pada 15 Mei 2024 di Subulussalam, Aceh. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wilmar telah menerapkan Kebijakan Tanpa Deforestasi, Gambut, dan Eksploitasi (No Deforestation, Peat and Exploitation/ NDPE) kepada seluruh pemasok tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang berada di Aceh Bagian Selatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung perlindungan Kawasan Konservasi Rawa Singkil yang menjadi bagian wilayah tersebut.
Supplier and Engagement Lead Wilmar Surya Purnama menjelaskan, pihaknya telah memastikan penerapakan NDPE telah dilakukan oleh seluruh rantai pasok perusahaan, termasuk yang berada di Aceh Bagian Selatan. Sejumlah upaya yang telah dilakukan, yaitu pendampingan dan peningkatan kapasitas perusahaan dalam penerapan NDPE dan kemapuan-telusuran, pendataan kebun petani, dan engagement dengan stakeholder.
"Lansekap Aceh bagian selatan ini memiliki banyak petani swadaya, dan dari hasil assessment yang kami lakukan sejak tahun 2021, perlu adanya pendampingan terhadap para petani swadaya agar mereka dapat menerapkan Good Agriculture Practices (GAP)," ujar Surya melalui siaran pers, Rabu (22/5/2024).
Baca Juga: Dukung Lansekap Siak Hijau, Wilmar Pendampingan 1.500 Petani Swadaya
Surya mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan pihak-pihak yang relevan, seperti pemasok TBS, institusi pemerintah, LSM lokal, pakar teknis, dan platform multipihak lainnya. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Wilmar adalah pelaksanaan Lokakarya (Workshop) pada 15 Mei 2024 di Subulussalam, Aceh.
Supplier and Engagement Lead Wilmar Surya Purnama menjelaskan, pihaknya telah memastikan penerapakan NDPE telah dilakukan oleh seluruh rantai pasok perusahaan, termasuk yang berada di Aceh Bagian Selatan. Sejumlah upaya yang telah dilakukan, yaitu pendampingan dan peningkatan kapasitas perusahaan dalam penerapan NDPE dan kemapuan-telusuran, pendataan kebun petani, dan engagement dengan stakeholder.
"Lansekap Aceh bagian selatan ini memiliki banyak petani swadaya, dan dari hasil assessment yang kami lakukan sejak tahun 2021, perlu adanya pendampingan terhadap para petani swadaya agar mereka dapat menerapkan Good Agriculture Practices (GAP)," ujar Surya melalui siaran pers, Rabu (22/5/2024).
Baca Juga: Dukung Lansekap Siak Hijau, Wilmar Pendampingan 1.500 Petani Swadaya
Surya mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan pihak-pihak yang relevan, seperti pemasok TBS, institusi pemerintah, LSM lokal, pakar teknis, dan platform multipihak lainnya. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Wilmar adalah pelaksanaan Lokakarya (Workshop) pada 15 Mei 2024 di Subulussalam, Aceh.
Lihat Juga :