Unicorn Jual 90% Produk Impor, Indonesia Hanya Kepanjangan Kaki Asing

Senin, 25 Februari 2019 - 18:03 WIB
Unicorn Jual 90% Produk...
Unicorn Jual 90% Produk Impor, Indonesia Hanya Kepanjangan Kaki Asing
A A A
JAKARTA - Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang menyebutkan, keberadaan unicorn sebagai tambang emas untuk perekonomian bangsa dikritisi oleh pengamat. Pasalnya Unicorn menjual hampir 90% produk impor, dimana berbanding terbalik dengan upaya pemerintah untuk mengangkat peran pengusaha lokal maupun UMKM.

Executive Director Indonesia Institute Heru Sutdadi mengatakan, pembukaan data secara terbuka akan merugikan Indonesia. Pasalnya, investor asing akan mengambil alih keuntungan yang didapatkan jika telah menguasi unicorn -sebutan untuk perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi mencapai USD1 miliar atau setara Rp 14 triliun- di Indonesia.

"Tapi kalau mayoritas produk yang dijual seperti sekarang dimana 90% impor, ya itu hanya jadikan Indonesia kepanjangan kaki asing saja," ujar Heru saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (25/2/2019).

(Baca Juga: Unicorn Akan Menjadi Tambang Baru Perekonomian Indonesia )

Sambung dia menerangkan, Unicorn Indonesia masih belum bisa dikatakan sebagai tambang emas. Pasalnya, masih banyak pekerjaan dan evaluasi jika perusahaan startup Indonesia menghasilkan keuntungan untuk Indonesia.

"Tambang emas ekonomi Indonesia jika orang Indonesia adalah pengendali atau dominan di unicorn tersebut. Kalau tidak ya tidak bisa disebut tambang emas, tapi hanya menjadikan indonesia pasar atau bahkan sapi perah," paparnya.

Dia pun menegaskan agar Pemerintah perlu memperhatikan kepemilikan perusahaan startup Indonsesia jika Investor asing ikut masuk berivenstasi. "Termasuk misalnya unicorn e-commerce, kalau produk yang dijual produksi lokal bangsa sendiri. Maka bisa menumbuhkan dan meningkat ekonomi digital," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Marak PHK Perusahaan...
Marak PHK Perusahaan Digital, Ini Strategi E-Commerce untuk Bertahan
E-Commerce Makin Moncer,...
E-Commerce Makin Moncer, Startup Binaan HUB.ID Perluas Pasar Pedesaan
Menakar Keuntungan Investasi...
Menakar Keuntungan Investasi Telkomsel di Gojek
Luhut: Ekonomi Digital...
Luhut: Ekonomi Digital Penting untuk Visi Indonesia Negara Maju 2045
Menko Airlangga Pamer...
Menko Airlangga Pamer RI Punya 8 Unicorn dan 1 Decacorn
Berita Terkini
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
3 menit yang lalu
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
24 menit yang lalu
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
1 jam yang lalu
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
4 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
5 Produk Unggulan yang...
5 Produk Unggulan yang Diimpor Indonesia dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved