RI Pelajari Program Makan Siang dan Susu Gratis ke Swedia

Jum'at, 24 Mei 2024 - 19:12 WIB
loading...
RI Pelajari Program...
Komisi IV DPR RI harus mempelajari program makan siang dan susu gratis ke Swedia. Studi banding dilakukan di sela-sela legislator melakukan kunjungan kerja ke negara tersebut. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Komisi IV DPR RI harus mempelajari program makan siang dan susu gratis ke Swedia. Studi banding dilakukan di sela-sela legislator melakukan kunjungan kerja ke negara tersebut sejak 18 Mei 2024 lalu.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Pemasok Program Susu Gratis Prabowo

Dalam agenda itu, Komisi IV DPR RI dan otoritas Swedia membahas program yang dijalankan pemerintah Swedia, seperti pangan, pertanian, perikanan, kelautan hingga lingkungan hidup. Lantas, apa alasan DPR RI harus Studi banding program makan siang dan susu gratis di Swedia?

Ketua Delegasi Komisi IV DPR RI, Budhy Setiawan menilai, Indonesia bisa mempelajari sistem efisiensi peternakan yang dilakukan peternak Swedia, sehingga dapat menghasilkan produksi susu 70 liter setiap ekornya. Hal ini dapat menekan impor susu yang masih dilakukan Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Ganti Program Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis

Alasan lain, studi banding didasarkan pada potensi pertanian, perikanan, kehutanan, serta lingkungan yang dimiliki Swedia. Menurutnya, potensi tersebut mampu dikembangkan dengan baik melalui kebijakan-kebijakan pemerintahan dan parlemen negara setempat sehingga pertanian dan peternakan menjadi pasar utama bagi negara Uni Eropa.

“Negara Kerajaan Swedia saat ini konsumsi ikannya masih bergantung pada komoditas perikanan impor dan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengekspor komoditas ikannya ke Negara Kerajaan Swedia," ujar Budhy, Jumat (24/5/2024).

Indonesia dipandang dapat memanfaatkannya dan mempelajari kebijakan tersebut guna menyuplai palm oil, kopi, komoditas perikanan dan perkebunan lainnya untuk masuk ke negara Uni Eropa lainnya.

Dia mengatakan, pasar Swedia penting karena membuka peluang besar bagi Indonesia untuk masuk ke dalam perdagangan pasar ikan negara Eropa lainnya. "Kerja sama di bidang perikanan ini dapat menjadi jembatan antara Indonesia dan Swedia dalam mempererat hubungan bilateralnya," paparnya.

Khusus sektor kehutanan dan lingkungan hidup, pemerintah dan parlemen Swedia telah berhasil melakukan kebijakan privatisasi di sektor kehutanan yang menjamin terjaganya kondisi udara dan ekosistem lingkungan hidup yang baik.

Selain itu, meningkatkan penerimaan negara dari pengelolaan kehutanan baik dari pihak swasta dan masyarakat.

Hal penting lainnya yang menjadi poin dalam kunjungan DPR RI adalah memperkuat komunikasi antara dua negara, dimana pada akhir Agustus 2024 direncanakan parlemen Swedia khususnya The Committee on Environment and Agriculture akan berkunjung ke Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Rekomendasi
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Berita Terkini
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved