AS Terus Desak G7 Gunakan Bunga Aset Rusia yang Dibekukan untuk Ukraina

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:00 WIB
loading...
A A A
"Saya belum melihat apa pun yang saya anggap sebagai penghalang, namun ada beberapa masalah yang perlu kita selesaikan dan masyarakat harus fleksibel untuk mencapai titik temu," imbuhnya.

Baca Juga: IMF Wanti-wanti Penyitaan Aset Rusia Bisa Merusak Sistem Keuangan Global

Menteri Keuangan AS telah mendorong rekan-rekannya dalam perundingan tersebut agar setuju untuk meningkatkan pendapatan aset negara Rusia senilai USD300 miliar untuk mendukung pinjaman yang lebih besar bagi Ukraina.

Para pemimpin G7 akan bertemu bulan depan di Puglia, Italia selatan. Kelompok negara industri yang meliputi Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Perancis, Inggris, dan Italia akan membahas hal lain seperti "kelebihan kapasitas" industri China, yang menurutnya mengancam kelangsungan perusahaan di negara-negara yang perekonomiannya didorong oleh pasar.

Pada hari pertama pertemuan G7, beberapa menteri menyatakan kekhawatiran mengenai potensi perang dagang setelah tarif baru AS terhadap barang-barang China, namun menteri keuangan Jerman, Perancis, dan Italia yang menjadi tuan rumah mengatakan bahwa diperlukan upaya bersama untuk melawan meningkatnya kekuatan ekspor negara tersebut.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Rekomendasi
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved