Senator AS Cibir Sanksi Barat, Gagal Hancurkan Rusia, China dan Iran

Minggu, 26 Mei 2024 - 08:13 WIB
loading...
Senator AS Cibir Sanksi...
Kebijakan AS yang terus menerus memperketat sanksi ekonomi terhadap Rusia, China dan Iran gagal membuahkan hasil. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Kebijakan Amerika Serikat (AS) yang terus menerus memperketat sanksi ekonomi terhadap Rusia, China dan Iran gagal membuahkan hasil untuk menggiring negara-negara tersebut mengubah arah politik mereka. Cibiran tersebut dilontarkan langsung oleh Senator AS Rand Paul di Washington. Dia secara lugas mengajukan pertanyaan berikut kepada para pejabat Departemen Luar Negeri:

"Dapatkah Anda memberi tahu saya satu perilaku yang telah berubah karena sanksi? Anda dapat memberi tahu saya satu sanksi yang Anda jatuhkan kepada Rusia," ujar dia dilansir TASS, Minggu (26/5/2024).

Baca Juga: 10 Negara Sekutu AS yang Mengakui Kemerdekaan Palestina

"Kami menyesal, kami seharusnya tidak pernah melakukan itu. Dan kami akan melakukan apa yang Anda inginkan, katakan saja kepada kami apa yang harus kami lakukan dan kami akan melakukannya. Atau katakan saja kepada saya perilaku apa saja yang telah dimodifikasi oleh China, Rusia dan Iran. Faktanya, jika Anda melihat Iran, yang terjadi justru sebaliknya."

"Saya berpendapat bahwa sanksi-sanksi itu tidak bekerja sama sekali. Satu-satunya sanksi yang berhasil adalah jika Anda menawarkan untuk mencabutnya. Namun, yang cenderung kami lakukan adalah kami menambahnya, dan menambahnya, dan menambahnya lagi," lanjutnya.

"Sepengetahuan saya, saya tidak tahu ada yang dihapus. Dalam perjanjian Iran, ada beberapa sanksi yang akan dihapus dan telah dihapus, tetapi dengan Rusia dan Cina kami telah melakukan hal ini selama lima tahun, beberapa di antaranya selama 10 tahun dengan kedua negara tersebut. Saya tidak tahu ada yang sudah kami hapus," tambah Paul.

"Namun masalahnya, ada alternatif lain dan ini disebut diplomasi," ujar dia, seraya menambahkan bahwa Washington seharusnya lebih memilih untuk melakukan pendekatan diplomasi dengan negara-negara tersebut daripada menjatuhkan lebih banyak sanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Rekomendasi
Erin Wartia Buka Suara...
Erin Wartia Buka Suara soal Ajakan Damai Mantan ART, Singgung Gugatan Rp1,1 Miliar
Swiss Balas Gol Argentina,...
Swiss Balas Gol Argentina, Laga Berlanjut ke Extra Time
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved