Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo, PEFINDO Sematkan Peringkat BBB+ untuk WSKT
Rabu, 19 Agustus 2020 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Selain pembayaran proyek, Waskita juga menargetkan pengembalian dana talangan pengadaan tanah dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sekitar Rp4 triliun tahun ini. Lebih lanjut, WSKT memproyeksikan untuk memperoleh pembayaran pekerjaan proyek dengan nilai sekitar Rp3,3 triliun.
"Dari nilai tersebut, sebagian besar akan berasal dari pembayaran proyek turnkey. Kami akan gunakan dana tersebut untuk menyelesaikan utang jatuh tempo,” kata Taufik.
Taufik menambahkan bahwa penyematan peringkat BBB+ ini menunjukan upaya yang telah dilakukan oleh manajemen WSKT. Melalui penegasan ini, PEFINDO menunjukan keyakinan bahwa WSKT dapat meminimalisir risiko keuangan di tengah tekanan pandemi Covid-19 kepada sektor konstruksi.
Taufik juga menjelaskan ada beberapa program prioritas yang dicanangkan manajemen WSKT untuk meminimalisir dampak Covid-19 terhadap kondisi keuangan perusahaan, yaitu dengan melakukan akselerasi progres pada pekerjaan konstruksi dan memastikan penerimaan termin pembayaran dapat diperoleh tepat waktu.
"Kami juga melakukan efisiensi beban operasional dan optimalisasi capital expenditure, serta memastikan program pelepasan konsesi ruas tol berjalan sesuai target," tutup Taufik.
"Dari nilai tersebut, sebagian besar akan berasal dari pembayaran proyek turnkey. Kami akan gunakan dana tersebut untuk menyelesaikan utang jatuh tempo,” kata Taufik.
Taufik menambahkan bahwa penyematan peringkat BBB+ ini menunjukan upaya yang telah dilakukan oleh manajemen WSKT. Melalui penegasan ini, PEFINDO menunjukan keyakinan bahwa WSKT dapat meminimalisir risiko keuangan di tengah tekanan pandemi Covid-19 kepada sektor konstruksi.
Taufik juga menjelaskan ada beberapa program prioritas yang dicanangkan manajemen WSKT untuk meminimalisir dampak Covid-19 terhadap kondisi keuangan perusahaan, yaitu dengan melakukan akselerasi progres pada pekerjaan konstruksi dan memastikan penerimaan termin pembayaran dapat diperoleh tepat waktu.
"Kami juga melakukan efisiensi beban operasional dan optimalisasi capital expenditure, serta memastikan program pelepasan konsesi ruas tol berjalan sesuai target," tutup Taufik.
(uka)
Lihat Juga :