alexametrics

Ibu Rumah Tangga Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

loading...
Ibu Rumah Tangga Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Perempuan adalah tulang punggung ekonomi bangsa Indonesia. Kalau Anda tidak percaya, silakan cek ke pasar-pasar. Banyak perempuan yang berjualan, dan bila mereka berprofesi sebagai ibu rumah tangga, tidak sedikit pengelolaan keuangan keluarga dipegang oleh perempuan.

Peranan ibu rumah tangga ini menjadi sorotan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini, berharap para ibu rumah tangga dapat membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Indikator pertumbuhan ekonomi itu, salah satunya dari produk dan jasa yang dipertukarkan di pasar. Dan itu dilakukan oleh ibu rumah tangga. Dan kami berharap ibu rumah tangga terus menghasilkan ide atau inovasi yang berkontribusi bagi perekonomian Indonesia," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (13/3/2019).



Sambung dia, untuk itu perempuan harus diberi kesempatan yang sama dalam kesetaraan pekerjaan. Karena perempuan juga memiliki kemampuan belajar dan bekerja dengan banyak. Hanya saja, masih ada persepsi bahwa perempuan tidak mampu bekerja optimal.

"Kesetaraan gender itu bukan suatu tema yang sifatnya musiman. Tetapi suatu yang memang penting bagi masyarakat, ekonomi, dan negara. Ini isu yang strategis dari kacamata pembangunan, ekonomi, dan masyarakat," jelasnya.

Sri Mulyani lantas mendorong agar perempuan Indonesia terus meningkatkan kemampuan dalam bekerja agar dipandang oleh negara.

"Saya ingatkan ke perempuan, bahwa kita harus saling membantu dan saling mendukung. Memberi dorongan agar perempuan bisa sampai ke level tertentu, yang selama ini banyak halangan. Kita harus melakukan kebijakan publik untuk mengurangi beban perempuan dalam melanjutkan karir," tangkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak