Unilever Indonesia Kolaborasi Edukasi Kesetaraan Gender bagi Komunitas Tuli
Kamis, 30 Mei 2024 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Taiwan Pamerkan Pencapaian Kesetaraan Gender ke Dunia
Salah satu pemenang program "Every U Does Good Heroes 2021", Nissi Taruli Felicia, telah menghadirkan kelas bahasa isyarat bagi karyawan Unilever Indonesia dan memberikan berbagai masukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.
"Unilever Indonesia sangat bersemangat melanjutkan kolaborasi ini. Kami berharap program ini dapat membantu teman-teman perempuan Tuli memperoleh hak hidup yang aman, adil, dan setara, serta mendapatkan pengetahuan yang memadai tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi," lanjut Kristy.
FeminisThemis Academy 2024 akan berlangsung dari Juni hingga September secara hybrid dan akan ditutup pada Hari Bahasa Isyarat Internasional, yang diperingati setiap 23 September. Program ini mencakup beberapa rangkaian kegiatan, seperti training of trainers untuk fasilitator tuli, workshop offline di tiga kota (Bandung, Malang, dan Yogyakarta), serta rangkaian webinar yang mencakup berbagai topik terkait kesehatan seksual dan reproduksi, serta hak-hak perempuan tuli.
Program Manager FeminisThemis Rifka Dyah Safitri menjelaskan, dalam workshop offline, pihaknya akan menyampaikan materi seperti pengenalan anatomi tubuh dan organ reproduksi; pengenalan pubertas; hak kesehatan seksual dan reproduksi dasar; pentingnya consent dan hak batasan tubuh; risiko di ruang digital terkait consent; serta Psychology First Aid (PFA) untuk membantu mengatasi beban atau trauma yang mungkin dirasakan perempuan Tuli.
Salah satu pemenang program "Every U Does Good Heroes 2021", Nissi Taruli Felicia, telah menghadirkan kelas bahasa isyarat bagi karyawan Unilever Indonesia dan memberikan berbagai masukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.
"Unilever Indonesia sangat bersemangat melanjutkan kolaborasi ini. Kami berharap program ini dapat membantu teman-teman perempuan Tuli memperoleh hak hidup yang aman, adil, dan setara, serta mendapatkan pengetahuan yang memadai tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi," lanjut Kristy.
FeminisThemis Academy 2024 akan berlangsung dari Juni hingga September secara hybrid dan akan ditutup pada Hari Bahasa Isyarat Internasional, yang diperingati setiap 23 September. Program ini mencakup beberapa rangkaian kegiatan, seperti training of trainers untuk fasilitator tuli, workshop offline di tiga kota (Bandung, Malang, dan Yogyakarta), serta rangkaian webinar yang mencakup berbagai topik terkait kesehatan seksual dan reproduksi, serta hak-hak perempuan tuli.
Program Manager FeminisThemis Rifka Dyah Safitri menjelaskan, dalam workshop offline, pihaknya akan menyampaikan materi seperti pengenalan anatomi tubuh dan organ reproduksi; pengenalan pubertas; hak kesehatan seksual dan reproduksi dasar; pentingnya consent dan hak batasan tubuh; risiko di ruang digital terkait consent; serta Psychology First Aid (PFA) untuk membantu mengatasi beban atau trauma yang mungkin dirasakan perempuan Tuli.
Lihat Juga :