Tahan Suku Bunga Acuan, Jurus BI Cegah Dana Asing Kabur dari RI

Kamis, 20 Agustus 2020 - 11:45 WIB
loading...
Tahan Suku Bunga Acuan,...
Tahan Bunga Acuan Jurus BI Cegah Dana Asing Kabur dari RI. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ekonom Core Piter Abdullah menilai langkah Bank Indonesia (BI) sudah tepat mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 4.0%. Langkah tersebut bisa menjadi obat kuat rupiah yang sempat melemah di kisaran Rp 14.830 per dolar AS.

"Tapi saat ini kondisi likuiditas global sedang berlimpah sehingga penurunan suku bunga acuan tidak banyak berdampak ke pelemahan rupiah. Tapi kalau ditahan bisa bantu rupiah," ujar Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (19/8/2020).

Baca Juga: Waspada Gejolak Ekonomi Global, BI Tahan Suku Bunga Acuan Tetap 4%

Menurut dia kebijakan menahan suku bunga acuan merupakan langkah tepat untuk membendung dana asing kabur dari RI. Meski begitu kebijakan tersebut harus dilakukan pada waktu yang tepat.

Namun sebaliknya, apabila tidak dilakukan dalam waktu yang tepat maka akan mendong dana asing keluar dari RI sehingga berdampak terhadap pelemahan rupiah. "Kalau tidak ambil kebijakan ditahan maka banyak arus modal asing yang keluar," jelasnya.

Baca Juga: Menengok Strategi BI Tahan dan Turunkan Suku Bunga Acuan di Sepanjang 2020

Pihaknya telah memperkirakan bahwa suku bunga acuan bakal di tahan setelah bulan lalu menurunkan suku bunga acuan di level terendah sepanjang sejarah. "BI memang perlu memberi waktu agar kebijakan sebelumnya efektif direspons oleh perbankan," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
4 Tank dari Bantuan...
4 Tank dari Bantuan Asing yang Digunakan oleh Tentara Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved