Aliran Modal Asing Rp14.579 T Bakal Masuk ke Negara Berkembang Tahun Ini, RI Termasuk?

Minggu, 02 Juni 2024 - 15:50 WIB
loading...
A A A
Arus modal merupakan komponen neraca pembayaran suatu negara, di samping neraca transaksi berjalan dan perubahan cadangan. Aliran modal non-residen sebagian besar terdiri dari investasi asing langsung (FDI) serta investasi portofolio ke saham serta obligasi.

Arus masuk bersih FDI atau investasi asing langsung diproyeksikan melonjak menjadi USD426 miliar pada tahun 2024, sementara aliran bersih ke portofolio asing dapat mencapai USD259 miliar, dari USD161 miliar pada tahun 2023. Penyebabnya karena China, sumber arus keluar yang sangat besar selama dua tahun terakhir, mulai sedikit pulih.

Dalam laporan ini juga mencakup enam ekonomi negara berkembang dari Eropa, Amerika Latin dan Afrika/Timur Tengah, dan tujuh dari Asia. Di seluruh wilayah geografis lainnya, pertumbuhan yang kuat dan fundamental makro yang solid akan mendorong rebound aliran modal asing ke Asia kecuali China.

Arus keluar FDI dari Rusia diperkirakan akan berlanjut, tetapi arus bersih masih positif di negara berkembang Eropa sebagian karena peningkatan aliran FDI ke Hungaria.

Sementara untuk Afrika dan Timur Tengah, IIF memperkirakan arus modal nonresiden bersih tembus USD149 miliar, meningkat dibandingkan dengan USD115 miliar pada tahun lalu.

Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab harus memperhitungkan arus masuk 80% dari kawasan menurut laporan itu. Dana kekayaan negara Abu Dhabi pada bulan Februari menyepakati multi-miliar untuk hak mengembangkan proyek di pantai Mediterania Mesir, dan sebanyak USD150 miliar dalam pekerjaan tambahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Semarak Harlah PKB,...
Semarak Harlah PKB, Panji Bangsa Harap Perkokoh Nilai Kebangsaan Generasi Muda
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Luke Vickery Resmi Jadi...
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Berita Terkini
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
Infografis
43 Negara yang akan...
43 Negara yang akan Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved