alexametrics

Nam Air Transformasi dengan Mengusung Konsep Boutique Airlines

loading...
Nam Air Transformasi dengan Mengusung Konsep Boutique Airlines
Masuk usia kelima tahun, Nam Air sebagai salah satu maskapai dengan kategori medium service akan bertranformasi dengan mengusung boutique airline. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menjalani usianya yang kelima tahun, Nam Air sebagai salah satu maskapai dengan kategori medium service akan bertranformasi dengan mengusung boutique airline. Konsep yang dipilih digadang-gadang akan menampilkan layanan unik yang lebih maskulin dan menyasar para kaum millenial menengah.

Direktur Nam Air Asa Perkasa mengatakan, konsep baru yang akan digunakan Nam Air nanti akan memberikan sentuhan yang berbeda dan berkesan mulai dari sebelum penerbangan, selama penerbangan sampai kepada setelah penerbangan.

“Mulai dari style sampai kepada produk yang ditawarkan Nam Air nanti akan banyak yang berubah menjadi lebih millenial dan kekinian. Namun demikian sentuhan yang akan diberikan tetap khas Indonesia,” kata Asa di Jakarta, Senin (25/3/2019).



Sambung Asa menambahkan, pasar millenial saat ini cukup besar. Dengan demikian Nam Air akan berupaya keras menjawab tantangan pasar tersebut. Tak hanya secara style dan produk, guna memuluskan rencana tersebut Nam Air pun turut merubah pola kerja di lingkungan internal perusahaan.

“Secara internal, kami pun turut mengimplementasikan gaya hidup millenial dalam bekerja, mulai dari berpakaian, ruang kerja, bisnis proses kami atur sedemikian rupa. Dan tentunya kami pun turut aktif memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada seluruh karyawan Nam Air agar bisa cocok dengan target pasar yang dilayani,” katanya

Dengan wajah baru, Nam Air optimistis dapat memberikan pelayanan yang sesuai kepada para millenial yang hobi akan travelling atau pun sering melakukan perjalanan ke luar kota.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak