Rusia Tak Terima China Diancam AS dengan Sanksi Gara-gara Ekspor
Kamis, 06 Juni 2024 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Yellen mengatakan pada hari Selasa, bahwa Departemen Keuangan AS telah melihat peningkatan ekspor barang-barang multiguna China dan sangat prihatin tentang hal itu.
"Saya sudah sangat jelas di tingkat tertinggi pemerintah China bahwa ini adalah sesuatu yang tidak akan kami toleransi, dan kami bermaksud tidak menyetujui kegiatan ini," kata Yellen.
Sementara Peskov mengatakan, kekuatan ekonomi China di dunia sedemikian rupa sehingga "bahkan Amerika Serikat hampir tidak seharusnya berbicara dengan nada seperti itu. Mungkin tidak semua orang dalam kepemimpinan Amerika telah memahami hal ini saat ini, tetapi seiring waktu mereka akan memahaminya,".
"Kami tahu pasti bahwa China tidak menyukai ini, dan kami bersolidaritas dan menganggap nada seperti itu, ancaman seperti itu tidak pantas," katanya.
Rusia dan China seperti diketahui telah meningkatkan perdagangan bilateral sejak dimulainya perang Ukraina, seiring hancurnya perdagangan Rusia dengan Barat oleh gelombang sanksi. Perdagangan dua negara mencapai USD240,1 miliar pada tahun 2023, naik 26% dari tahun sebelumnya.
"Saya sudah sangat jelas di tingkat tertinggi pemerintah China bahwa ini adalah sesuatu yang tidak akan kami toleransi, dan kami bermaksud tidak menyetujui kegiatan ini," kata Yellen.
Sementara Peskov mengatakan, kekuatan ekonomi China di dunia sedemikian rupa sehingga "bahkan Amerika Serikat hampir tidak seharusnya berbicara dengan nada seperti itu. Mungkin tidak semua orang dalam kepemimpinan Amerika telah memahami hal ini saat ini, tetapi seiring waktu mereka akan memahaminya,".
"Kami tahu pasti bahwa China tidak menyukai ini, dan kami bersolidaritas dan menganggap nada seperti itu, ancaman seperti itu tidak pantas," katanya.
Rusia dan China seperti diketahui telah meningkatkan perdagangan bilateral sejak dimulainya perang Ukraina, seiring hancurnya perdagangan Rusia dengan Barat oleh gelombang sanksi. Perdagangan dua negara mencapai USD240,1 miliar pada tahun 2023, naik 26% dari tahun sebelumnya.
(akr)
Lihat Juga :