SPIEF 2024: Barat Menembak Diri Mereka Sendiri dengan Sanksi Rusia
Jum'at, 07 Juni 2024 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Gubernur Bank Rusia Elvira Nabiullina mengatakan regulator telah menetapkan target inflasi sebesar 4%. Pada April, indeks harga konsumen di Rusia mencapai 7,8%. Menyusul pemberlakuan sanksi Barat terhadap Moskow setelah pecahnya konflik Ukraina pada 2022, inflasi di Rusia melonjak hampir 18% pada bulan April tahun itu.
Bank sentral merespons dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 20%, yang membantu menurunkan inflasi secara bertahap menjadi 2,3% pada April 2023. Setelah beberapa kali penyesuaian, suku bunga acuan di Rusia saat ini berada di level 16%.
Baca Juga: Pesan Moskow kepada Dunia di Forum SPIEF 2024: Abaikan Sanksi Barat ke Rusia
Negara-negara Barat telah menargetkan Rusia dengan rentetan sanksi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dua tahun terakhir, memutus negara ini dari sistem keuangan berdenominasi dolar, memblokir bank-bank negara ini dari transfer bank internasional, membatasi perdagangan, dan membekukan aset-aset milik bank sentral.
Sebagai bagian dari tekanan sanksi, impor gas alam dan minyak serta sumber daya alam lainnya dari Rusia dilarang atau dibatasi menyebabkan lonjakan harga energi. Sebagai tanggapan, Rusia mengalihkan perdagangan ke Asia dan telah berupaya untuk meninggalkan dolar AS dalam perdagangan dan menggunakan mata uang nasional sebagai gantinya.
Bank sentral merespons dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 20%, yang membantu menurunkan inflasi secara bertahap menjadi 2,3% pada April 2023. Setelah beberapa kali penyesuaian, suku bunga acuan di Rusia saat ini berada di level 16%.
Baca Juga: Pesan Moskow kepada Dunia di Forum SPIEF 2024: Abaikan Sanksi Barat ke Rusia
Negara-negara Barat telah menargetkan Rusia dengan rentetan sanksi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dua tahun terakhir, memutus negara ini dari sistem keuangan berdenominasi dolar, memblokir bank-bank negara ini dari transfer bank internasional, membatasi perdagangan, dan membekukan aset-aset milik bank sentral.
Sebagai bagian dari tekanan sanksi, impor gas alam dan minyak serta sumber daya alam lainnya dari Rusia dilarang atau dibatasi menyebabkan lonjakan harga energi. Sebagai tanggapan, Rusia mengalihkan perdagangan ke Asia dan telah berupaya untuk meninggalkan dolar AS dalam perdagangan dan menggunakan mata uang nasional sebagai gantinya.
(nng)
Lihat Juga :