Media Asing Sebut Jokowi Sibuk Perbaiki Citra IKN Setelah Pimpinan Otorita Mundur
Minggu, 09 Juni 2024 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Ribuan PNS rencananya akan diberangkatkan ke IKN mulai September ini, namun ada pula yang enggan berangkat. Dari hampir selusin pegawai negeri sipil yang berbicara kepada Reuters, hanya dua yang ingin pindah, sementara yang lain mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk berhenti atau meminta mutasi jika diminta.
"Tidak ada apa-apa di sana, fasilitas kesehatan dan pendidikan, dan sebagainya," kata seorang pegawai negeri di Kementerian Perhubungan. "Itu bukan pilihan, melainkan pengorbanan," cetusnya lagi.
Baca Juga: Kepala Otorita IKN dan Wakilnya Mundur, PDIP: Akibat Perencanaan yang Tak Matang
Sementara itu, Kepala Gugus Tugas Infrastruktur Proyek Nusantara Danis Sumadilaga mengatakan, pemerintah telah memastikan fasilitas dasar termasuk apartemen, air, listrik, dan internet akan siap ketika pegawai negeri sipil tiba. "Kita harus paham, tidak semua fasilitas bisa didapat dalam sekejap. Kita ke sana untuk bekerja, mau fasilitas apa? Tidak bisa diharapkan seperti Jakarta," ujarnya dalam wawancara baru-baru ini.
Sementara itu, Chris Wren, CEO BritCham Indonesia, menilai investasi asing terhambat karena pemilu dan risiko terkait. Namun menurutnya minat terhadap investasi asing kini meningkat. "Ada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai investor di berbagai kebutuhan dan peluang – infrastruktur, teknologi kota pintar, utilitas, pendidikan, dll," katanya. "Namun, masih ada perasaan bahwa hal tersebut masih jauh dari sempurna pada saat ini."
Pakar kesehatan masyarakat juga telah menyatakan keprihatinannya terhadap malaria. Kalimantan Timur, di mana ibu kota baru ini berada, merupakan rumah bagi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tertinggi kedua di negara ini. Pemerintah telah menekankan bahwa IKN bebas malaria, namun transmisi diyakini masih menjadi risiko karena banyaknya pekerja tidak berdokumen yang melakukan penebangan ilegal di hutan sekitar, kata para ahli epidemiologi.
Data resmi menunjukkan tingkat malaria di Balikpapan, kota terdekat dengan IKN, meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 2022 hingga 2023. "Jika tidak hati-hati, saya menduga kasus malaria akan meningkat dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan," kata Iqbal Elyazar, dari unit penelitian klinis Universitas Oxford di Jakarta.
"Tidak ada apa-apa di sana, fasilitas kesehatan dan pendidikan, dan sebagainya," kata seorang pegawai negeri di Kementerian Perhubungan. "Itu bukan pilihan, melainkan pengorbanan," cetusnya lagi.
Baca Juga: Kepala Otorita IKN dan Wakilnya Mundur, PDIP: Akibat Perencanaan yang Tak Matang
Sementara itu, Kepala Gugus Tugas Infrastruktur Proyek Nusantara Danis Sumadilaga mengatakan, pemerintah telah memastikan fasilitas dasar termasuk apartemen, air, listrik, dan internet akan siap ketika pegawai negeri sipil tiba. "Kita harus paham, tidak semua fasilitas bisa didapat dalam sekejap. Kita ke sana untuk bekerja, mau fasilitas apa? Tidak bisa diharapkan seperti Jakarta," ujarnya dalam wawancara baru-baru ini.
Sementara itu, Chris Wren, CEO BritCham Indonesia, menilai investasi asing terhambat karena pemilu dan risiko terkait. Namun menurutnya minat terhadap investasi asing kini meningkat. "Ada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai investor di berbagai kebutuhan dan peluang – infrastruktur, teknologi kota pintar, utilitas, pendidikan, dll," katanya. "Namun, masih ada perasaan bahwa hal tersebut masih jauh dari sempurna pada saat ini."
Pakar kesehatan masyarakat juga telah menyatakan keprihatinannya terhadap malaria. Kalimantan Timur, di mana ibu kota baru ini berada, merupakan rumah bagi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tertinggi kedua di negara ini. Pemerintah telah menekankan bahwa IKN bebas malaria, namun transmisi diyakini masih menjadi risiko karena banyaknya pekerja tidak berdokumen yang melakukan penebangan ilegal di hutan sekitar, kata para ahli epidemiologi.
Data resmi menunjukkan tingkat malaria di Balikpapan, kota terdekat dengan IKN, meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 2022 hingga 2023. "Jika tidak hati-hati, saya menduga kasus malaria akan meningkat dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan," kata Iqbal Elyazar, dari unit penelitian klinis Universitas Oxford di Jakarta.
(fjo)
Lihat Juga :