alexametrics

Modernisasi Sektor Pertanian Cara Mewujudkan Swasembada Pangan

loading...
Modernisasi Sektor Pertanian Cara Mewujudkan Swasembada Pangan
Indonesia pernah mencapai swasembada pangan tahun 1984 dan diakui Food and Agriculture Organization (FAO). Pencapaian tersebut harus memotivasi semuanya agar bisa kembali terwujud. Foto/Dok. SINDOphoto/Ali Masduki
A+ A-
JAKARTA - Indonesia pernah mencapai swasembada pangan tahun 1984 dan diakui Food and Agriculture Organization (FAO), atau badan pangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pencapaian tersebut harus memotivasi semuanya agar bisa kembali terwujud.

Pada 1984, produksi beras mencapai 27 juta ton dan konsumsi nasional 25 juta ton, terdapat surplus 2 juta ton. "Saat itu, Indonesia bisa memberikan bantuan 100 ribu ton beras kepada sejumlah negara yang mengalami kelaparan. Kita akan wujudkan itu kembali,” kata Caleg Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) Achmad Hamid di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Menurut Achmad Hamid, Indonesia bisa mengulang pencapaian ini dan Partai Berkarya yang akan melakukannya. "Partai Berkarya punya banyak program yang peduli pada petani dan masyarakat kecil," ujarnya.



Salah satunya dengan ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal. Partai Berkarya akan membangun pertanian di setiap wilayah di Indonesia. Caranya memodernisasi sistem bercocok tanam tanpa mengesampingkan tradisi bertani masyarakat dan komoditas yang dihasilkan.

"Indonesia itu negara agraris, tapi sayang sejak usai era Pak Harto belum ada lagi yang mampu mewujudkan kemandirian pangan," lanjutnya.

Menurut Achmad Hamid, Indonesia perlu mengundang pakar pertanian dari Thailand dan Vietnam untuk meningkatkan hasil panen. Cara ini akan menjamin kelangsungan pertanian, karena ada transfer teknologi yang membuat sektor pertanian Indonesia tidak tertinggal.

Cara lain mengubah Kalimantan Barat sebagai penghasil beras kebutuhan nasional. Saat ini ada tiga daerah penghasil beras yakni Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang. "Kabupaten lain bisa diubah menjadi penghasil beras, jika pemerintah mau," tandasnya.

Produksi beras di tiga kabupaten di Kalimantan Barat bisa ditingkatkan. Terlebih Partai Berkarya memberikan solusi menarik, yaitu penggunaan pupuk Bregandium teknologi nano. Dalam uji coba di sejumlah wilayah, penggunaan pupuk Bregandium terbukti meningkatkan hasil panen sampai 30%. "Partai Berkarya punya solusi yang akan membawa Indonesia kembali berswasembada beras," tuturnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak