Archipelago dan Dough Lab Terapkan Kebijakan Telur Bebas Sangkar

Selasa, 11 Juni 2024 - 00:09 WIB
loading...
Archipelago dan Dough...
Ayam petelur bebas sangkar. FOTO/Ist
A A A
JAKARTA - Archipelago International, grup manajemen hotel swasta di Asia Tenggara yang menaungi 10 jenama di Indonesia dan Dough Lab, perusahaan kukis artisan mengumumkan kebijakan telur bebas sangkar (cage-free) dalam rantai pasoknya di Indonesia.

Dua perusahaan itu mengambil keputusan bebas sangkar setelah dialog yang dilakukan dengan Act for Farmed Animals (AFFA), inisiatif bersama organisasi non-profit Animal Friends Jogja, dan Sinergia Animal untuk mengurangi penderitaan hewan yang diternakkan serta mendorong pilihan makanan yang lebih bijak, berbelas kasih, dan berkelanjutan.

“Hal ini merupakan pencapaian besar bagi hewan. Perusahaan yang berkomitmen terhadap kebijakan bebas sangkar membawa standar produksi pangan yang lebih tinggi, mendekatkan kita pada masa depan tanpa praktik paling kejam dalam industri peternakan seperti sistem sangkar ini," kata Direktur Pelaksana AFFA Among Prakosa di Jakarta, Senin (10/11/2024).

Baca Juga: Mulai Berkembang di Indonesia, Ini Kelebihan Telur Ayam Bebas Kandang Sekat

Indonesia merupakan produsen telur terbesar kedua di dunia, dengan populasi lebih dari 370 juta ayam petelur, mayoritas di antaranya dibesarkan dalam sistem sangkar.

Dalam sistem intensif tersebut, ayam petelur tidak dapat melakukan banyak perilaku alaminya seperti melebarkan sayap sepenuhnya, mengais dan mematuk tanah serta bersarang. Akibat pengurungan yang ekstrem, ayam petelur mengalami tingkat stres dan frustasi yang tinggi dan lebih rentan terhadap penyakit.

Peternakan bebas sangkar dapat secara signifikan mengurangi penderitaan ayam dan berdampak positif pada konsumen. Studi mengenai bakteri salmonella yang dilakukan oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa menemukan prevalensi bakteri tersebut lebih tinggi di peternakan dengan sistem sangkar dibandingkan di peternakan bebas sangkar.

Indonesia merupakan produsen telur terbesar kedua di dunia, dengan populasi lebih dari 370 juta ayam petelur, mayoritas di antaranya dibesarkan dalam sistem sangkar.

Dalam sistem intensif tersebut, ayam petelur tidak dapat melakukan banyak perilaku alaminya seperti melebarkan sayap sepenuhnya, mengais dan mematuk tanah serta bersarang. Akibat pengurungan yang ekstrem, ayam petelur mengalami tingkat stres dan frustasi yang tinggi dan lebih rentan terhadap penyakit.

Peternakan bebas sangkar dapat secara signifikan mengurangi penderitaan ayam dan berdampak positif pada konsumen. Studi mengenai bakteri salmonella yang dilakukan oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa menemukan prevalensi bakteri tersebut lebih tinggi di peternakan dengan sistem sangkar dibandingkan di peternakan bebas sangkar.

Oleh karena itu, kebijakan dari Archipelago International dan Dough Lab itu memiliki estimasi dampak positif yang signifikan terhadap ayam petelur. Dough Lab memiliki potensi untuk memberi dampak positif kepada kurang lebih 1.063 ayam petelur.

Selai itu, Archipelago International yang memiliki kurang lebih 45.000 kamar, mampu memberikan dampak positif bagi kurang lebih 150.000 ayam.

"Archipelago International menyadari pentingnya kesejahteraan hewan dalam rantai pasok perusahaan. Kebijakan bebas sangkar merupakan salah satu bentuk dari komitmennya dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan," dikutip dari publikasi resmi Archipelago.

Baca Juga: Jamin Keamanan Pangan, Super Indo Dorong Transformasi Telur Ayam Bebas Kandang Sekat

Saat ini, lebih dari 300 komitmen bebas sangkar dari perusahaan telah diterbitkan di Asia dan lebih dari 80 di antaranya perusahaan yang juga beroperasi di Indonesia.

"Kami mengundang lebih banyak perusahaan untuk peduli dan memiliki kebijakan yang mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan di rantai pasoknya. Perusahaan dapat mengambil bagian dalam salah satu tren keberlanjutan terbesar dan mempunyai peluang sebagai pionir perlindungan hewan dan ketahanan pangan," kata Among.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Eskalasi Timur Tengah...
Eskalasi Timur Tengah Ancam Rantai Pasok Energi dan Investasi Global
UNIFAM Targetkan Akselerasi...
UNIFAM Targetkan Akselerasi Bisnis Melalui Penguatan Rantai Pasok dan Inovasi Produk
Lampaui Target, Investasi...
Lampaui Target, Investasi Riil Rp69 Triliun Mengalir ke Batam
PLN EPI Perkuat Rantai...
PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Batu Bara dan Logistik
China Bakal Bangun Terusan...
China Bakal Bangun Terusan Suez versi Darat: Menghubungkan Eropa dan Asia
Sambut Bulan Penuh Berkah,...
Sambut Bulan Penuh Berkah, Archipelago Hadirkan Penawaran Blessings of Ramadan di Seluruh Indonesia
Archipelago Buka Hotel...
Archipelago Buka Hotel di Port Dickson, Staycation Makin Gaya
Liburan Keluarga Makin...
Liburan Keluarga Makin Seru dengan Fasilitas Kids Friendly di Archipelago Hotels
Rekomendasi
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Berita Terkini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved