Menelusuri dari Mana IMF Mendapatkan Uang?

Selasa, 11 Juni 2024 - 18:21 WIB
loading...
A A A
1. Kuota Member

Kuota anggota menjadi sumber utama pendanaan IMF. Kuota suatu negara anggota mencerminkan ukuran dan posisinya dalam perekonomian dunia.

Sistem kuota IMF diciptakan untuk mengumpulkan dana pinjaman. Setiap negara anggota IMF diberi kuota, atau kontribusi, yang mencerminkan ukuran relatif negara tersebut dalam perekonomian global. Kuota setiap anggota juga menentukan hak suara relatifnya. Dengan demikian, kontribusi keuangan dari pemerintah anggota dikaitkan dengan hak suara dalam organisasi.

Sistem ini mengikuti logika organisasi yang dikendalikan oleh pemegang saham: negara-negara kaya memiliki lebih banyak suara dalam pembuatan dan revisi peraturan. Karena pengambilan keputusan di IMF mencerminkan posisi ekonomi relatif masing-masing anggota di dunia, negara-negara kaya yang memberikan lebih banyak uang kepada IMF memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan negara-negara anggota miskin yang memberikan kontribusi lebih sedikit; meskipun demikian, IMF fokus pada redistribusi.

2. Pengaturan Baru untuk Meminjam

Pengaturan Pinjaman Baru (NAB) antara IMF dan sekelompok anggota serta lembaga merupakan penghalang utama kuota. Pada bulan Januari 2020, Dewan Eksekutif IMF setuju untuk menggandakan jumlah NAB menjadi USD504 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Cerita Purbaya Tolak...
Cerita Purbaya Tolak Dana Segar dari IMF dan World Bank: Kita Punya Tabungan Sendiri
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Peran Yuan China Dalam...
Peran Yuan China Dalam Tata Keuangan Dunia Baru
Pidato di Davos, Prabowo:...
Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian
Fiskal Jadi Nahkoda,...
Fiskal Jadi Nahkoda, Moneter Jadi Dayung?
Rekomendasi
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Drawing Campus League...
Drawing Campus League Basketball The Nationals 2026: Berebut Predikat Kampus Terbaik Indonesia
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
Berita Terkini
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved