Norwegia Temukan Harta Karun Tanah Jarang Terbesar di Eropa

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:58 WIB
loading...
A A A
Ke depannya, Rare Earths Norway mengatakan pekerjaan eksplorasi di kompleks tersebut akan terus berlanjut, dengan pengeboran lebih lanjut dijadwalkan bulan depan. Perusahaan tersebut mengatakan sedang berupaya mengembangkan tahap pertama penambangan pada tahun 2030.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan bahwa pasokan saat ini tidak memenuhi apa yang dibutuhkan untuk mengubah sektor energi. Hal ini dikarenakan terdapat konsentrasi geografis yang relatif tinggi dari produksi banyak elemen transisi energi. Sebagian besar elemen tanah jarang berada di China, yang diperkirakan menyumbang 70% dari ekstraksi bijih tanah jarang global dan 90% dari pemrosesan bijih tanah jarang.

Chinamerupakan mitra terbesar UE untuk impor elemen tanah jarang pada tahun 2022, menyumbang 40% dari keseluruhan impor berdasarkan berat. Terkait dengan itu,Reistad mengatakan bahwa ke depan mineral ini akan lebih penting daripada minyak dan gas Norwegia.

"Tidak lebih bernilai, tetapi (Presiden Komisi Eropa) Ursula von der Leyen telah menyatakan bahwa litium dan elemen tanah jarang akan segera menjadi lebih penting daripada minyak dan gas. Jadi, itu akan lebih penting, tetapi tentu saja nilainya tidak sama," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Chakra Jawara Perkuat...
Chakra Jawara Perkuat Komitmen sebagai Mitra Strategis Industri Pertambangan Nasional
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Rekomendasi
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved