Infrastruktur yang Masif Kunci Optimalisasi Gas Domestik
Jum'at, 14 Juni 2024 - 16:56 WIB
loading...
Produksi gas yang melimpah di Pulau Jawa diharapkan menjadi game changer transisi energi nasional. foto: istimewa
A
A
A
JAKARTA - Produksi gas yang melimpah di Pulau Jawa diharapkan menjadi game changer transisi energi nasional. Dengan penggunaan gas yang masif, diproyeksikan industri manufaktur dan nonmanufaktur di Jawa akan berkembang lebih pesat. Bahkan, gas bumi bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga.
baca juga: Langkah SKK Migas-Petrochina Genjot Eksplorasi Peroleh Dukungan
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas ) terus mengupayakan agar pemanfaatan gas bumi di Indonesia dapat terserap secara optimal. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur yang masif.
“Dengan infrastruktur yang lebih baik diharapkan akan ada diskusi yang dilanjutkan kerjasama antara sektor hulu migas dan industri pengguna gas,” ujar Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi, di Jakarta, Jumat (14/6/2024) .
Dia menyebutkan, belum terpenuhinya kebutuhan gas bumi di area Jawa Barat dikarenakan menurunnya pasokan gas dari Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Di sisi lain, terdapat ekses pasokan gas bumi di area Jawa Timur dan Jawa Tengah karena belum optimalnya serapan.
Karenanya, untuk mengoptimalkan serapan domestik diperlukan pembangunan infrastruktur pipa gas yang belum tersambung di antaranya Dumai – Sei Mangke, Cirebon – Semarang, dan West Natuna Transportation System (WNTS) ke Batam (Pulau Pemping).
“Dengan tersedianya infrastruktur pendukung dan alternatif pembeli, akan memberikan kepastian bagi investor Hulu Migas,” kata Kurnia Chairi.
baca juga: Langkah SKK Migas-Petrochina Genjot Eksplorasi Peroleh Dukungan
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas ) terus mengupayakan agar pemanfaatan gas bumi di Indonesia dapat terserap secara optimal. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur yang masif.
“Dengan infrastruktur yang lebih baik diharapkan akan ada diskusi yang dilanjutkan kerjasama antara sektor hulu migas dan industri pengguna gas,” ujar Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi, di Jakarta, Jumat (14/6/2024) .
Dia menyebutkan, belum terpenuhinya kebutuhan gas bumi di area Jawa Barat dikarenakan menurunnya pasokan gas dari Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Di sisi lain, terdapat ekses pasokan gas bumi di area Jawa Timur dan Jawa Tengah karena belum optimalnya serapan.
Karenanya, untuk mengoptimalkan serapan domestik diperlukan pembangunan infrastruktur pipa gas yang belum tersambung di antaranya Dumai – Sei Mangke, Cirebon – Semarang, dan West Natuna Transportation System (WNTS) ke Batam (Pulau Pemping).
“Dengan tersedianya infrastruktur pendukung dan alternatif pembeli, akan memberikan kepastian bagi investor Hulu Migas,” kata Kurnia Chairi.
Lihat Juga :