Negara Berkembang Dicekik Utang, Terancam Gagal Bayar Bunga Jatuh Tempo

Minggu, 16 Juni 2024 - 10:58 WIB
loading...
A A A
Paus Fransiskus menghidupkan kembali gagasan untuk Yubileum 2025. Diangkat sebagai kardinal di Argentina pada tahun 2001 pada puncak keruntuhan keuangan negara tersebut, Fransiskus melihat secara langsung kesengsaraan dan kerusuhan kekerasan yang dapat ditimbulkan oleh krisis utang.

Ia menyerukan transformasi sistem keuangan global selain pengampunan utang. "Mari kita pikirkan sebuah arsitektur keuangan internasional baru yang berani dan kreatif," katanya minggu lalu dilansir dari New York Times, Minggu (16/6/2024).

Pidatonya adalah sebuah pengakuan bahwa masalah utang abad ini jauh lebih rumit daripada masalah utang sebelumnya. Saat ini, utang publik dunia tidak hanya lebih besar, namun juga berbeda. Saat itu, sebagian besar utang dipegang oleh segelintir bank-bank besar dari negara-negara Barat dan organisasi-organisasi pembangunan internasional yang sudah berusia puluhan tahun. Saat ini, selain para pemain yang sudah mapan tersebut, negara-negara harus bersaing dengan ribuan pemberi pinjaman swasta dan kreditor resmi tambahan seperti Cina, serta berbagai perjanjian pinjaman yang terkadang bersifat rahasia yang diatur oleh peraturan nasional yang berbeda.

Banyak ekonom dan pembuat kebijakan mulai berpandangan bahwa mekanisme dan institusi, termasuk Dana Moneter Internasional (IMF), yang dibentuk 80 tahun yang lalu untuk menangani negara-negara yang mengalami kesulitan keuangan sudah tidak sesuai lagi.

Ini seperti memiliki tukang reparasi televisi yang tahu cara mengganti tabung sinar katoda tetapi tidak tahu cara mengganti papan sirkuit. Indermit Gill, kepala ekonom di Bank Dunia, menyampaikan hal yang sama minggu ini ketika bank tersebut merilis laporan ekonomi global terbarunya, yang memperingatkan akan dampak utang yang melumpuhkan pada saat pertumbuhan melambat.

Bantuan utang "adalah bagian terlemah dari arsitektur keuangan global," kata Gill. Perubahan-perubahan dalam pinjaman, tambahnya, "membutuhkan kerangka kerja restrukturisasi utang yang baru yang belum kita miliki."

Meningkatnya friksi antara RRT dan Amerika Serikat telah mempersulit penyelesaian krisis utang. Dan tidak ada wasit internasional yang memiliki otoritas atas semua pemberi pinjaman - setara dengan pengadilan kebangkrutan - untuk mengadili perselisihan.

Pendanaan untuk lembaga-lembaga seperti IMF juga tidak dapat mengimbangi ukuran ekonomi global yang terus berkembang atau beban utang. Martin Guzmán, mantan menteri keuangan Argentina yang juga mengalami dampak buruk dari krisis utang di negaranya, hadir dalam pertemuan Vatikan minggu lalu. Menurutnya, bantuan IMF terkadang kontraproduktif, menawarkan pinjaman dana talangan, sekarang dengan suku bunga tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan utang negara yang sudah membebani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
#IYESinAjaSemuaPeranmu:...
#IYESinAjaSemuaPeranmu: Pesan Hangat di Balik Pembagian 2.026 Bunga untuk Kartini Masa Kini
Rekomendasi
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved