Negara Berkembang Dicekik Utang, Terancam Gagal Bayar Bunga Jatuh Tempo

Minggu, 16 Juni 2024 - 10:58 WIB
loading...
A A A
Ia juga mengecam biaya tambahan yang dibebankan oleh IMF kepada para debitur berisiko tinggi yang sedang kesulitan dengan menyedot dana berharga yang dapat digunakan untuk menyediakan layanan kesehatan dan membangun kembali perekonomian.

Baca Juga: Pejabat AS Sebut Pertempuran dengan Yaman Paling Sengit Sejak Perang Dunia II

Lima peminjam terbesar, Ukraina, Mesir, Argentina, Ekuador, dan Pakistan membayar biaya tambahan sebesar USD2 miliar saja tahun lalu, menurut Pusat Penelitian Ekonomi dan Kebijakan. Secara rata-rata, biaya tambahan tersebut akhirnya meningkatkan biaya pinjaman untuk semua negara yang terkena dampak sebesar hampir 50 persen.

Upaya-upaya lain telah dilakukan untuk meringankan beban negara-negara pengutang. Anggota parlemen di dua ibukota keuangan global, New York dan London, telah mendiskusikan proposal untuk memperbaiki proses restrukturisasi utang negara.

Badan Legislatif Negara Bagian New York mempertimbangkan sebuah rancangan undang-undang untuk melindungi negara-negara pengutang dari para kreditur, yang sering disebut "dana burung bangkai", yang membeli utang dengan harga diskon besar-besaran dan kemudian menahan kesepakatan restrukturisasi untuk memeras lebih banyak uang.

Upaya ini gagal akhir pekan lalu ketika Badan Legislatif ditunda, namun kemungkinan besar akan muncul lagi pada sesi berikutnya. Di Inggris, yang mengawasi 90 persen kontrak utang untuk negara-negara berpenghasilan rendah, Parlemen telah mendiskusikan langkah-langkah seperti undang-undang tahun 2010 yang sudah tidak berlaku lagi yang akan mencegah kreditor swasta mendapatkan penyelesaian yang lebih baik daripada pemberi pinjaman publik ketika utang dinegosiasikan ulang dengan negara-negara termiskin.

Saat ini, prospek negara-negara yang dililit utang sangat suram mengingat betapa lambatnya pertumbuhan ekonomi mereka. Negara-negara berkembang tidak memiliki uang untuk membiayai pendidikan, infrastruktur, teknologi, dan perawatan kesehatan yang sangat penting. Sekitar 60 persen dari negara-negara berpenghasilan rendah berada dalam atau berisiko tinggi mengalami kesulitan utang, menurut IMF.

Pada saat yang sama, triliunan dolar tambahan diperlukan untuk melindungi negara-negara yang rentan ini dari cuaca ekstrem dan memungkinkan mereka untuk memenuhi tujuan iklim internasional. Setelah kembali dari konferensi Vatikan, Joseph Stiglitz, mantan kepala ekonom di Bank Dunia, mengatakan bahwa selama kampanye utang Jubileum tahun 2000, "ada optimisme saat itu bahwa kita telah belajar dari pengalaman," dan bahwa program pengampunan utang akan "menyelesaikan masalah di masa mendatang."
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
#IYESinAjaSemuaPeranmu:...
#IYESinAjaSemuaPeranmu: Pesan Hangat di Balik Pembagian 2.026 Bunga untuk Kartini Masa Kini
Rekomendasi
Samin Tan Cs Segera...
Samin Tan Cs Segera Disidang Kasus Korupsi Tambang
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Berita Terkini
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved