Investasi Pangan di Kamboja, Bulog Diingatkan Tetap Utamakan Serapan Beras Petani Lokal

Rabu, 19 Juni 2024 - 15:55 WIB
loading...
Investasi Pangan di...
Rencana Perum Bulog untuk mengakuisisi perusahaan beras di Kamboja diyakini dapat menambah cadangan pangan nasional serta memperluas peluang pasar ekspor ke luar negeri. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rencana Perum Badan Urusan Logistik ( Bulog ) untuk mengakuisisi perusahaan beras di Kamboja mendapatkan respons positif. Menurut Rektor Universitas Triguna Bogor sekaligus Pemerhati Pangan Nasional, Octaria Vadilla Supratman bahwa, rencana itu dapat menambah cadangan pangan nasional serta memperluas peluang pasar ekspor ke luar negeri.

"Saya kira ini merupakan rencana yang baik dan patut didukung. Karena hal tersebut akan memberikan kepastian mengenai ketersediaan pasokan beras nasional dan memberikan potensi pasar luar negeri," kata Octa dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (18/6/2024).

Baca Juga: Demurrage Beras Bulog, DPR Dorong Pengawasan Teknis Lapangan

Meski demikian, Octa meminta Bulog tetap memprioritaskan produksi dalam negeri dengan memaksimalkan penyerapan beras dari petani lokal. Sebab hal ini dinilai dapat memberikan kepastian harga pascapanen bagi para petani. Sehingga hal ini dapat menjaga stabilitas harga beras nasional.

Baca Juga: HET Beras Susah Turun, Dirut Bulog: Kecuali Ada Keadaan Luar Biasa

Di sisi lain, Ia menambahkan, peran G to G sangat diperlukan dalam upaya B to B untuk mendukung hilirisasi pada komoditas beras tersebut. Pasalnya, dengan mengakuisisi perusahaan Kamboja, potensi pasar ekspor akan terbuka.

"Walaupun ada rencana bisnis Bulog tersebut, saya juga meminta agar Bulog lebih mengutamakan serapan beras dari petani lokal. Sehingga stabilitas harga pascapanen dapat terjaga," ujar dia.

Sebelumnya, Perum Bulog menyatakan siap untuk melakukan kerja sama ekonomi dan investasi pangan dengan Kamboja. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi, dalam keterangan tertulis pada Jumat (14/6) lalu menyampaikan penugasan pemerintah untuk melakukan investasi pangan ke Kamboja.

Bukan hanya tentang memperluas jangkauan geografis, tetapi juga tentang mewujudkan keunggulan kompetitif rantai pasok beras sehingga ketahanan pangan di Indonesia dapat terwujud.

“Kami siap melaksanakan penugasan tersebut, termasuk melakukan komunikasi dengan beberapa pelaku usaha beras di sana. Kerjasama perdagangan beras yang baik dan telah terjalin dengan Kamboja selama ini, diharapkan dapat meningkat sejalan dengan rencana kerja sama ekonomi dan investasi pangan Perum Bulog di sana,” katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved