Potensi Besar, Pemerintah Siapkan Regulasi Pengembangan Hidrogen
Kamis, 20 Juni 2024 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengannya, President Director Medco Power Indonesia, Eka Satria berharap ke depan pemerintah menciptakan regulasi yang mendukung industri berkelanjutan dan ekosistem hidrogen rendah karbon. "Dengan begitu bisa mendorong masuknya investasi asing," tandasnya.
Senior Adviser of Hydrogen Energy Center Indonesia Seno Adhi Damono menambahkan, investasi pada pengembangan hidrogen dapat mewujudkan masa depan yang lebih ramah lingkungan. Pengembangan teknologi hidrogen, tegas Seno, akan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, target produksi hidrogen mencapai 9,9 Mtpa (juta ton per tahun) pada 2060. Angka tersebut untuk memenuhi kebutuhan sektor industri sebesar 3,9 Mtpa; transportasi 1,1 Mpta; kelistrikan 4,6 Mpta; dan jaringan gas rumah tangga 0,28 Mpta. Selain empat sektor tersebut, hidrogen juga memiliki peluang menjadi komoditas ekspor.
Baca Juga: Mengejutkan, Militer Zionis Israel Akui Hamas Tak Dapat Dilenyapkan
Mengenai peluang itu, Deputi Menteri Koordinator Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Jodi Mahardi mengatakan, Indonesia secara geografis dekat dengan negara-negara yang memiliki permintaan tinggi akan hidrogen bersih, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Negara-negara tadi, kata dia, bersama-sama mewakili pasar hidrogen sebesar kurang lebih 4 juta ton per tahun.
Senior Adviser of Hydrogen Energy Center Indonesia Seno Adhi Damono menambahkan, investasi pada pengembangan hidrogen dapat mewujudkan masa depan yang lebih ramah lingkungan. Pengembangan teknologi hidrogen, tegas Seno, akan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, target produksi hidrogen mencapai 9,9 Mtpa (juta ton per tahun) pada 2060. Angka tersebut untuk memenuhi kebutuhan sektor industri sebesar 3,9 Mtpa; transportasi 1,1 Mpta; kelistrikan 4,6 Mpta; dan jaringan gas rumah tangga 0,28 Mpta. Selain empat sektor tersebut, hidrogen juga memiliki peluang menjadi komoditas ekspor.
Baca Juga: Mengejutkan, Militer Zionis Israel Akui Hamas Tak Dapat Dilenyapkan
Mengenai peluang itu, Deputi Menteri Koordinator Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Jodi Mahardi mengatakan, Indonesia secara geografis dekat dengan negara-negara yang memiliki permintaan tinggi akan hidrogen bersih, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Negara-negara tadi, kata dia, bersama-sama mewakili pasar hidrogen sebesar kurang lebih 4 juta ton per tahun.
Lihat Juga :