alexametrics

Menko Darmin: Panen Terlambat Dorong Inflasi April 0,44%

loading...
Menko Darmin: Panen Terlambat Dorong Inflasi April 0,44%
Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan terlambatnya panen sebagai pendortong naiknya inflasi Apreil 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi bulan April 2019 sebesar 0,44%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Maret 2019 sebesar 0,11%.

Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, inflasi April yang sebesar 0,44% ini dikarenakan panen yang terlambat. Diketahui, selain tiket pesawat, penyumbang inflasi adalah naiknya harga sejumlah komoditas pertanian seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai merah.

"Pertama karena panen kita untuk tahun ini agak terlambat, beras juga sedikit terlambat, cabai juga sedikiti terlambat, bawang juga sedikit terlambat, sementara bawang putih memang agak terlambat diimpor," ujar Darmin di Jakarta, Kamis (2/5/2019).



Darmin mengatakan, inflasi yang disebabkan oleh komoditas tidak bersifat permanen. Karena itu, imbuh dia, inflasi harusnya tidak akan berkepanjangan. Begitu panen, tegas dia, inflasi akibat komoditas ini pun akan berakhir.

"Ya ini soal keterlambatan yang namanya kalau panen. Kalau musim hujannya agak banyak biasanya dia terlambat, sehingga kita enggak melihat dia itu sebagai sesuatu yang akan permanen terjadi," jelasnya.

Menurut BPS, penyebab utama inflasi April antara lain harga bahan pangan yang mengalami inflasi 1,45% dengan andil 0,31%. Harga bawang merah tercatat naik 22,93% dengan andil 0,13%, bawang putih naik 35% dengan andil 0,09%. Sisanya, yang menyebabkan inflasi adalah cabai merah 0,07%, telur ayam ras dan tomat sayur dengan andil 0,02%.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak