alexametrics

IHSG Awal Pekan Diprediksi Bergerak di Kisaran Level 6.257-6.488

loading...
IHSG Awal Pekan Diprediksi Bergerak di Kisaran Level 6.257-6.488
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan awal pekan diprediksi bakal berbalik menguat, dimana menjadi pendorong stabilisasi kondisi perekonomian. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan awal pekan diprediksi bakal berbalik menguat, dimana menjadi pendorong stabilitas kondisi perekonomian. Hal ini setelah sebelumnya, IHSG ditutup melemah mencapai 0,86% di level 6319.459 pada 3 Mei 2019.

Analis saham dari PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya memperkirakan IHSG berada dikisaran 6.257 hingga 6.488. "Awal pekan kedua di bulan kelima, pergerakkan IHSG masih terlihat terkonsolidasi dalam rentang yang wajar, namun peluang IHSG untuk segera kembali mencetak rekor tertingginya masih terbuka lebar. Hal ini tentunya ditunjang oleh stabilnya kondisi perekonomian dalam negeri," ujar William di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Sambung dia menambahkan, rilis kinerja emiten sepanjang kuartal pertama 2019 yang memberikan hasil yang cukup baik serta jelang rilis data perekonomian GDP dan kepercayaan konsumen diyakini akan menopang pergerakan pasar modal. "Ini turut mewarnai pola gerak IHSG dalam beberapa waktu mendatang, hari ini IHSG berpotensi menguat," jelasnya.



Adapun rekomendasi saham yang cocok untuk awal pekan ini adalah PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) dan PT Total Bangun Persada Tbk. (TOTL). Selanjutnya saham lain yang juga patut dicermati yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), BBCA serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP).

Sebelumnya Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG selama sepekan menurun 1,28% ke level 6.319,46 dibandingkan level 6.401,08 pada penutupan pekan sebelumnya. Senada dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga menurun 1,28% menjadi Rp7.188,18 triliun dibandingkan Rp7.281,12 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak