Investor Usul Bid Offer Dibuka dalam Skema FCA Papan Pemantauan Khusus

Senin, 24 Juni 2024 - 15:30 WIB
loading...
Investor Usul Bid Offer...
Mekanisme perdagangan full periodic call auction (FCA) dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK) masih membingungkan investor. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mekanisme perdagangan full periodic call auction (FCA) dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK) masih membingungkan sejumlah kalangan investor yang terbiasa menggunakan acuan bid dan offer dalam order book.

Order book atau price book merupakan tabel yang menampilkan informasi permintaan beli (bid) dan penawaran jual (offer/ask) baik dari sisi harga dan volume sebuah saham secara real time. Sejak diberlakukannya FCA dalam PPK, tampilan ini ditiadakan, diganti dengan Indikative Equilibrium Price (IEP) dan Indikative Equilibrium Volume (IEV).

Professional Trader & Trading Coach, Michael Yeoh, mengatakan terdapat ketidaksiapan investor terhadap kebijakan yang diterapkan sejak 25 Maret tersebut.

“Kalau kita lihat ke belakang, implementasi FCA ini ternyata membuat investor ritel tidak siap, karena selama ini call auction itu hanya ada di sistem pre-opening dan pre-closing,” kata Michael dalam Special Dialogue iNews TV, dikutip Minggu (16/6/2024).

Baca Juga: Mekanisme Full Call Auction di Pemantauan Khusus Dinilai Berdampak ke Likuiditas

Baginya, bid dan offer merupakan cerminan transparansi perdagangan saham, yang selama ini menjadi referensi investor dalam menentukan keputusan beli atau jual.

Michael meyakini adanya bid dan offer dalam saham-saham ‘Special Monitoring’ dapat meramaikan transaksi perdagangan. “Sehingga dapat ikut mendorong likuiditas transaksi.” paparnya.

Sejatinya transaksi saham dalam mekanisme FCA tetap dapat dilakukan sesuai prinsip supply-demand. Namun, order beli (bid) dan order jual (offer/ask) dikumpulkan terlebih dahulu dalam fase Order Collection hingga terbentuk Order Matching atau fase perjumpaan antara mereka yang beli dan mereka yang jual.

Baca Juga: Skema Full Call Auction Saham Big Cap di Pemantauan Khusus Picu Aksi Jual

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis I BEI, Firza Rizqi Putra, belum lama ini menyebut bahwa sekuritas wajib menampilkan IEP dan IEV sebagai rujukan investor saat bid dan offer tidak ditampilkan. Dalam IEP dan IEV, terang Firza, sebenarnya investor sudah bisa melihat potensi harga yang akan matching, dengan acuan volume yang masuk.

“Tapi memang belum terlalu banyak investor yang memperhatikan informasi IEP dan IEV. Harapan kami juga dengan sosialisasi ini dan juga beberapa bulan terakhir, kami terus melakukan meningkatkan awareness, harapannya investor dapat memanfaatkan IEP dan IEV karena IEP dan IEV adalah sumber informasi untuk matching, khususnya pada sesi periode call auction,” tegasnya.

IEP adalah Informasi potensi harga transaksi yang akan terbentuk pada periode pre-opening, pre-closing, dan sesi call auction papan pemantauan khusus. Sedangkan IEV adalah Informasi potensi volume transaksi yang akan dapat diperjumpakan pada harga yang akan terbentuk (IEP).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
FOREXimf Bermitra dengan...
FOREXimf Bermitra dengan Rizki Aditama agar Trader Indonesia Lebih Cerdas
Rekomendasi
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Tinggalkan Karakter...
Tinggalkan Karakter Garang, Kim Mu Yeol Bertransformasi Jadi Dokter Hangat di First Doctor
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Berita Terkini
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved